Selasa, 31 Juli 2012

Kajian Komunikasi Interpersonal


Oleh:  Monika Sugiarto

Kajian Komunikasi Interpersonal di Situasi yang Sulit

Kajian komunikasi interpersonal termasuk pelajaran yang sangat berharga untuk anda yang ingin menjadi pembicara profesional. Bisa jadi Anda harus menegur suatu teknisi atau bawahan Anda kalau proyektor, mikrofon atau layar tidak berfungsi dengan baik. Mungkin ada salah paham antara Anda dan penyelenggara acara. Bagaimana Anda akan menghadapi situasi yang sulit ini dengan pandai agar dapat menghindari pertengkaran dan ribut.



Minggu lalu suatu surat elektronik saya yang menimbulkan penukaran pandang tentang penggunaan Bahasa Indonesia. Komentar-komentar yang saya terima sangat menarik dari pandangan bahasa dan juga dari sisi kajian komunikasi interpersonal. Komentar-komentar tersebut merangsang saya untuk menganalisa diskusi ini dari berbagai sudut. (Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa saya seorang asing yang masih belajar bahasa Indonesia dan saya selalu menghargai informasi tentang cara memperbaiki tulisan saya.)

Cara benar untuk memberikan umpan balik atau menegur bawahan, teman kantor dan juga anggota keluarga termasuk anak remaja adalah
  • Dengan teknik ‘Lemper’

Bungkuslah teguran anda dengan pujian. Mulailah dengan penghargaan yang tulus dan ikhlas, kemudian bahaslah aksi, perbuatan (bukan karakter, sifat, latar belakang orang bersangkutan) yang kurang menyenangkan, lalu puji lagi.




Semua orang yang membahas penggunaan bahasa saya, telah memakai cara ‘Lemper’. Selamat untuk anda semua!





  • Hindarilah

Jangan menyinggung perasaan orang dengan membahas sifatnya ia, latar belakang, gaya hidup dll.

Cara yang tidak akan membrikan hasil yang baik adalah komentar-komentar seperti contoh ini:
BI kajian komunikasi tidak jelas

Akan menumpuk stres kepada lawan bicara karena mereka tidak akan dapat menyenangkan Anda, seberapa pun mereka usahakan dan coba lagi dan lagi, karena tidak jelas apa yang harus dikoreksi. Tidak ada contoh yang konkrit.

Lebih buruk lagi kalau orang yang memberikan umpan balik mengubah pendapatnya setiap kali diminta informasi yang rinci dan fakta konkrit. Contoh:


BI kajian komunikasi 3 cobaan

Dan masih belum ada contoh yang konkrit juga.

Dari sisi kajian komunikasi interpersonal komentar seperti ini sebaiknya dilupakan saja karena orang yang menulis ini pasti bukan pakar bahasa dan tidak pernah memikirkan dengan seksama tentang apa yang ia membahas.

  • Teguran sebaiknya dalam bentuk contoh yang rinci

Jika Anda ingin menghindari stres, perasaan negatif, sebaiknya memberikan informasi rinci tentang aksi atau perbuatan yang anda tidak suka dan harus diperbaiki atau dikoreksi.

Dalam kasus surat saya, akhirnya juga adalah anggota yang mengoreksi kata-kata yang kurang cocok dan memberikan contoh yang lebih baik.
BI kajian komunikasi good language

Langsung membahas aksi, perbuatan, fakta yang dapat dilihat atau dipegang, itulah cara terbaik untuk menegor seseorang. Lebih berhasil lagi kalau memberikan contoh bagaimana dapat memperbaiki hal tersebut.
Kita telah membicarakan kajian komunikasi interpersonal

dan faktor-faktor yang paling penting, sewaktu teguran. Dengan teknik ini anda mengurangi menyinggung perasaan orang dan mereka dapat

melangkah maju. Latihlah tiga tips ini:
  1. Gunakanlah teknik ‘Lemper’
  2. Bahaslah fakta, aksi atau perbuatan yang dapat dilihat, dipegang , bukan kepribadian se orang atau rasa, kemauan dan keinginan Anda yang tidak jelas.
  3. Berikanlah contoh apa yang benar atau hasil konkret yang anda inginkan. Lebih baik lagi kalau diiringi dengan dasar logika atau aturan yang berlaku.

Hal kedua yang saya ingin mempersoalkan adalah kekuatan dan kelemahan kata-kata ‘I’ saya, aku, gue, dan ‘you’ Anda, Bapak/Ibu, lo. Akan tetapi urusan tersebut kita akan membahas di artikel yang berikutnya.

Majulah dengan komunikasi yang efektif

Monika Sugiarto
Rabu, 4 Juli, 2012 21:43

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar