Selasa, 01 Mei 2012

BERPIKIR BISNIS




© 2007. Nugroho Adhi W. All rights reserved.



Seorang ‘difference maker’ adalah orang yang mampu memberikan keuntungan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Seorang ‘difference maker’ selalu memfokuskan dirinya pada kreativitas dan inovasi yang menterjemahkan mimpi atau ide menjadi kenyatan berupa produk atau jasa yang pada akhirnya memberikan keuntungan pada tempatnya bekerja.

Untuk menjadi seorang ‘difference maker’, ada 3 hal utama yang harus dipahami dan diaplikasikan dalam kegiatan Anda sehari-hari yaitu:
1. Kerangka Berpikir
2. Pemahaman tentang bisnis
3. Kemampuan Mengeksekusi

Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir sangat penting bagi seorang ’difference maker’, karena hal ini yang akan mendorongnya untuk selalu bereksperimen untuk menciptakan terobosan-terobosan baru. Tetapi eksperimen tanpa memikirkan kebutuhan pasar, dampaknya terhadap perusahaan, dan hambatan yang akan dihadapi hanya akan menghasilkan produk atau jasa yang bisa jadi tidak dapat diterima oleh pasar.
Karena itu, ketika sedang berinovasi atau mencoba memecahkan masalah, Anda sebagai seorang ’difference maker’ harus selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Apakah ada ide atau solusi yang lebih baik lagi?
2. apakah kita sudah mendapatkan data yang benar?
3. Bagaimana perkiraan biaya dikeluarkan dan keuntungan yang akan diperoleh?
4. apa dampaknya terhadap perusahaan?
5. apa saja yang dapat menjadi hambatan?
Dengan selalu mengajukan kelima pertanyaan tersebut, maka kemungkinan besar anda akan terlepas dari kemungkinan menciptakan produk atau jasa yang kurang bermanfaat sama sekali ataupun membuat solusi jangka pendek.

Pemahaman Tentang Bisnis

Seorang ’difference maker’ tanpa pemahaman bisnis akan sama halnya dengan mobil yang tidak ada bahan bakarnya sama sekali dan kehilangan keempat rodanya. Inovasi atau terobosan yang dilakukan akan menjadi sia-sia. Dengan mempunyai pemahaman tentang bisnis, maka Anda dapat mengembangkan produk atau jasa sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasar saat ini, atau bahkan bila dia mampu membaca keinginan terpendam dari pasar, maka dia akan menciptakan sebuah pasar yang sama baru.
Hal penting yang harus dipahami tentang bisnis oleh seorang ‘difference maker’ adalah berikut ini,
• Intuisi bisnis
Intuisi bisnis seorang ‘difference maker’ dapat dipertajam dengan memahami:
- tingkat kompetisi yang saat ini dihadapi oleh perusahaannya
- siapa saja kompetitornya saat ini
- siapa kompetitor terkuat dan apa keunggulan mereka
- siapa kompetitor terlemah dan hal apa yang tetap membuat mereka bertahan di dalam bisnis ini
- apa yang dibutuhkan oleh pasar, apa yang diinginkan oleh pasar, dan apa yang diharapkan oleh pasar
- bagaimana segmentasi pasar saat ini, segmen manakah yang paling menarik bagi Anda dan kompetitor? Apakah yang mereka harapkan?
Dengan memiliki intuisi bisnis yang tajam, maka sebagai seorang ‘difference maker’ Anda dapat dengan cepat mengetahui perubahan yang terjadi di pasar dan bagaimana menghadapinya sehingga dapat membuat perusahaan menjadi lebih baik lagi.
• Proses bisnis
Pada dasarnya proses bisnis terbagi menjadi 3 komponen utama, yaitu pengadaan bahan baku, proses produksi, dan penjualan. Dengan memahami setiap elemen tersebut maka Anda dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan melakukan efisiensi di beberapa bagian, dan optimalisasi di bagian lainnya.
• Kesadaran mengenai keuangan
Seorang ‘difference maker’ harus dapat melakukan kalkulasi biaya dan keuntungan dari setiap inovasi maupun pemecahan masalah yang dia lakukan. Ketika sebuah karya terobosan terealisasi ke dalam produksi, maka Anda harus mengetahui biaya-biaya yang terkait secara langsung dengan produk tersebut agar modal dasar produk dapat ditentukan sehingga Anda dapat menentukan tingkat produksi ekonomis dan juga tingkat keuntungan yang diharapkan.

Kemampuan Mengeksekusi

Selain memiliki kemampuan strategis seperti yang diterangkan sebelumnya, Anda sebagai seorang ‘difference maker’ harus memiliki kemampuan mengeksekusi agar ide-ide Anda tersebut dapat terealisasi. Kunci dalam melakukan eksekusi yang berhasil dilandasi oleh empat hal yaitu:
• Berani mengambil inisiatif
Keberanian untuk mengambil inisiatif sangat penting bagi Anda ketika dia berinisiatif untuk melakukan perbaikan ataupun membuat terobosan baru. Seorang ‘difference maker’ harus berani untuk mempertanyakan apakah produk yang ada sekarang ini sudah memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pasar? Apakah proses kerja di perusahaan sekarang ini sudah baik atau masih ada yang perlu diperbaiki? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang selalu diarahkan ke dalam perbaikan.
• Bekerja di dalam tim
Kemauan untuk bekerja dengan orang lain baik rekan kerja maupun pelanggan adalah kunci keberhasilan seorang ‘difference maker’, karena pada dasarnya banyak pemikiran yang datang dari banyak pihak akan lebih baik daripada hanya pemikiran yang datang dari diri Anda sendiri.
• Mau untuk tumbuh bersama
Seorang ‘difference maker’ sadar bahwa dia hanya akan dapat tumbuh dan berkembang bila dia mau untuk mengembangkan dirinya sendiri terlebih dulu, kemudian berusaha untuk membantu orang lain untuk berkembang dengan membantu, menghargai dan mempercayai orang lain yang bekerja dengan kita.
• Mengukur kinerja
Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “hal yang dapat kita ukur keberhasilannya akan dapat dikelola, dan hal yang dapat dikelola akan dapat diselesaikan.” Dengan kata lain, seorang ‘difference maker’ akan selalu menetapkan sasarannya dan membuat sistem pengukuran untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan dari pekerjaan yang dia lakukan sehingga bila ada hal yang kurang dia dapat melakukan perbaikan sesegera mungkin.


Dengan menerapkan panduan tersebut secara benar serta terus melakukan inovasi dan perbaikan, saya harapkan Anda dapat menjadi seorang ‘difference maker’ yang membawa perusahaan Anda berkinerja lebih baik lagi dan mencapai apa yang menjadi cita-cita organisasi.

N. Adhi W.
BOLDER Mitra Unggul

Minggu, 29 April, 2012 23:43

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar