Rabu, 16 Mei 2012

Opini & Diskusi: "Siapakah Sasaran Customer "Asuransi"?"

OPINI:

1.  S. Djojonegoro:

Rekan managers,
Berbicara tentang asuransi, kebanyakan sasarannya selalu kaum menengah atas dengan premi yang sangat besar.
Pernahkah berpikir jika kaum menengah atas sudah terlalu banyak membeli asuransi?

Market yang diperebutkan ~idem~ alias selalu sama.

Perlunya berpikir kreatif. Mencari pasar lainnya yang nyaris tidak pernah dilirik..
Kaum menengah bawah. Secara volume sangat besar.

Kapan????

CF
Selasa, 15 Mei, 2012 06:21
========== ========

DISKUSI:


2.  Nurmansjah Soleiman:


Dear rekan managers,

Sebenarnya sudah ada perusahaan-perusahaan asuransi jiwa yang (juga) melayani pasar kaum menengah bawah, bahkan saya pernah dijajaki untuk menangani perusahaan yang bergerak dalam micro-insurance.

Tapi tentunya hal ini tidak bisa dipaksakan, karena tiap-tiap perusahaan bebas memilih pangsa pasarnya masing-masing.

Sama seperti Starbucks tidak bisa dianjurkan untuk juga melayani pasar masyarakat pencinta kopi di terminal-terminal bis luar kota, misalnya.


Satu hal, mengenai pertanyaan Anda: "Pernahkah berpikir jika kaum menengah atas sudah terlalu banyak membeli asuransi?"

Mengejutkan jawabannya, karena ternyata justru kaum menengah atas lah yang masih sangat terlalu sedikit membeli asuransi. Dalam arti bahwa kaum menengah atas lah yang memiliki gap terbesar antara jumlah asuransi yang seharusnya dimiliki dengan jumlah pertanggungan aktual yang sudah dimiliki.


Terima kasih.

Life is NOT a game... No chance for put another coin in!
Selasa, 15 Mei, 2012 06:53
============= =====

3.  Rky Refrinal Patiradjawane:


Pak Nurmansyah,

Penjelasan anda tentang ansuransi sangat komprehensif dan sangat menarik dicermati, menggambarkan kepraktisian anda yang sangat teruji.

Namun saya agak tertarik mennayakan tentang defenisi kalangan menengah keatas, menengah dan menengah kebawah menurut kacamata anda, sehingga gambarannya lebih clear.

Salam..

Rky...memberi janji..bukan bukti..hehehe...

Rky Refrinal Patiradjawane
Praktisi Riset Pemasaran dan Strategi
Selasa, 15 Mei, 2012 07:19
=============== ===

4.  Satyawardhana:


Bisa minta contoh asuransi menengah kebawah pak? Karena yang saya lihat selama ini lebih banyak yang menengah keatas.

Satyawardhana
Selasa, 15 Mei, 2012 07:50
=========== =======


5.  Marhendro:


Rky,

Ukuran untuk kalangan menengah ke atas, menengah, dan menengah ke bawah yg komprehensif apa ya?

Materi?
Bisnis sector oriented?
Atau apa?

Thank You
Selasa, 15 Mei, 2012 07:56
================ ==

6.  Nurmansjah Soleiman:


Pak Rky, terima kasih banyak atas komplimen nya.

Terus terang saya tidak terlalu memikirkan mengenai batasan pangsa pasar kalangan menengah ke atas, menengah, dan menengah ke bawah...

Saya menjawab karena tertarik dengan pendapat yang dituliskan oleh
Life is NOT a game... No chance for put another coin in!

Selasa, 15 Mei, 2012 09:13
=============== ===

7.  Rky Refrinal Patiradjawane:



Mahendro,

Terima kasih atas emailnya,
Sebenarnya ini hal yang saya tanyakan pada Pak Nurmansyah dan personal yang membuat statemen awal.

Tentunya perdebatan akan rendah valuenya jika ternyata berdebat dengan intensitas yang tinggi, ternyata parameter yang digunakan berbeda untuk clustering tersebut.

Jadi sebaiknya pembuat statement awal dan Pak Nurmansyah menyamakan persepsi dulu, karena defensini untuk clustering ini sangat beragam, tergantung pada espektasi atas target market.

Salam,

Rky Refrinal Patiradjawane
Praktisi Riset Pemasaran dan Strategi
Selasa, 15 Mei, 2012 08:40
============== ====


8.  Erwin Wangsamulja:


Pak Rky,

Baru terpikir mau bertanya batasan para kaum ini....sudah keduluan...
Pastinya dibatasi oleh penghasilan yang diperoleh yah....

Atas, diatas 240 juta
Menengah atas, 120 - 239 juta
Menengah bawah, 60 - 119 juta
Bawah, dibawah 60 juta

Silahkan pendapat yang lain.....

Erwin

Selasa, 15 Mei, 2012 08:59
=============== ===

9.  Erwin Wangsamulja:


Terbersit pikiran nakal....untuk kalangan menengah ke bawah itu seperti
Jasaraharja? Jamsostek?
Kedua contoh tersebut dimiliki hampir seluruh kalangan.

Erwin
Selasa, 15 Mei, 2012 09:38
=========== =======

10.  Nurmansjah Soleiman:


Bisa saja Pak...

Perusahaan asuransi jiwa biasanya tidak hanya menjual 1 jenis produk asuransi jiwa.

Dahulu waktu saya masih aktif sebagai tenaga pemasaran (agen) di salah satu perusahaan asuransi jiwa, saya banyak menjual produk asuransi kecelakaan yang preminya mulai dari Rp 280,000 per tahun dengan pertanggungan sudah mencakup asuransi kematian karena kecelakaan sebesar rp 40 juta rupiah, biaya pengobatan/perawatan rumah sakit karena kecelakaan s/d 4 juta rupiah serta santunan cacat tetap karena kecelakaan mulai dari 2 juta rupiah (kehilangan 1 jari kaki) s/d 40 juta rupiah(kehilangan fungsi 2 anggota badan utama).

Saya juga banyak menjual produk asuransi jiwa seumur hidup dengan premi +/- 300 ribu per 3 bulan dengan uang pertanggungan sebedar 40 juta rupiah (kalau saya tidak salah ingat, maklum sudah cukup lama).

Saya tidak tau tepatnya apakah produk2 seperti itu masih ada dijual atau tidak, tapi saya yakin masih ada cukup banyak produ yang bisa dibeli oleh kalangan menengah ke bawah di Indonesia.

Nah, kalau di tanya lagi batasan untuk kelas menengah nya, saya tetap tidak memiliki jawaban yang tepat... Saya lebih banyak memutuskan (dalam pikiran saya saja) apakah seseorang menengah ke bawah atau menengah ke atas, hanyalah by feeling saja... Karena toh buat saya, saya tidak terlalu membeda-bedakan berdasarkan kelas-kelas tersebut.

Yang pasti, bagi saya, asuransi jiwa adalah produk yang HARUS, atau kalau orang Betawi bilang: KUDU dimiliki oleh setiap orang, kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah. So, why bothers if he/she belongs to what group... Misi saya, sebanyak mungkin orang harus tau manfaat produk asuransi jiwa dengan benar.

Terima kasih.

Salam,

Nurmansjah Soleiman
Selasa, 15 Mei, 2012 09:29
================ ==

11.  Marco Gondo:


Mungkin yang dimaksud kaum menengah keatas disini adalah kaum investor/pemilik modal ya lebih enaknya.

Kalau nurut saya, jika benar kaum 'menengah atas' masih terlalu sedikit membeli asuransi itu dikarenakan mereka tidak membutuhkan jenis asuransi tertentu.

Barangkali mereka sudah paham bahwa ada 2 jenis asuransi yang akan dipilih :

1. Yang pertama, asuransi jiwa/kesehatan. Mungkin jika terjadi sesuatu terhadap dirinya (masuk RS, meninggal) dia sudah punya asset yang akan 'berperan' seperti perusahaan asuransi : membayar biaya RS, memberikan warisan, dll.

Dan kalau benar demikian, berarti mereka tidak membutuhkan asuransi jiwa/kesehatan. Dalam hal ini ketimbang membayar premi lebih baik digunakan untuk menambah investasi.

2. Yang kedua, asuransi harta benda (rumah/pabrik/kendaraan).

Nah kalau jenis ini kemungkinan besar akan diasuransikan. Karena ini adalah asset utama yang harus dijaga dan kalau sampai musnah (terbakar, rusak), maka musnah jugalah hidupnya.

Ini cuma dugaan saja ya.
Selasa, 15 Mei, 2012
========== ====


12.  Rky Refrinal Patiradjawane:

Dear Pak Nurmansjah dan Managers,

Sama halnya dengan anda yang mempertanyakan parameter 'besar' dan 'terlalu besar' maka seharusnya anda pun bisa menjabarkan defenisi kalangan menengah keatas, menengah kebawah dan menengah, sehingga menjadi acuan angka yang menjadi dasar untuk menyamakan persepsi.

Jika anda menggunakan logika anda untuk membuat pernyataan bahwa 'ternyata pembeli terbesar asuransi adalah kalangan menengah kebawah' tanpa dasar yang kuat dan parameternya adalah 'yang anda pikirkan' maka yang saya khawatirkan adalah justru disanalah pokok masalahnya, karena bisa jadi 'yang anda pikirkan' dan 'orang lain pikirkan' tentang clustering target market ini berbeda secara faktual dan bahkan tidak beririsan sama sekali.  Karena bisa jadi kalangan menengah kebawah menurutu anda adalah kalangan menengah kebawah menurut lainnya.

Jangan sampai perdebatan sudah ke langit, namun bumi dimana berpijak tidak menjadi acuan, sedangkan disitulah gravitasi terbesar, sehingga terjadi perdebatan yang 'tanpa dasar yang kuat' dan 'tidak bunyi'

Mungkin ini sebatas himbauan saya sebagai moderator milist ini pada seluruh member agar menyertakan parameter dalam setiap pernyataan.

Salam,

Rky Refrinal Patiradjawane
Praktisi Riset Pemasaran dan Strategi
Selasa, 15 Mei, 2012 17:20
============== ====

13.  edi_santoso:


Dear Pak Marco

2. Yang kedua, asuransi harta benda (rumah/pabrik/kendaraan).

Nah kalau jenis ini kemungkinan besar akan diasuransikan. Karena ini adalah asset utama yang harus dijaga dan kalau sampai musnah (terbakar, rusak), maka musnah jugalah hidupnya.

Ini memang merupakan faktor resiko yang umum terjadi, namun ada faktor lainnya yg tidak kalah penting yaitu hilang atau habisnya asset karena resiko penyakit kritis.

Sedangkan menurut saya yang terbagi dalam klasifikasi menengah keatas adalah seseorang yang mempunyai perusahaan, usaha dan investor, dimana UP jiwa yang dibeli untuk memproteksi penghasilan  ataupun memproteksi assets.

Asset tanpa proteksi asuransi pun akan bisa habis seketika ketika memang penyakit yang diderita sangat serius, kecuali jika memang dia telah memiliki assets yang sangat besar. Sehingga menurut saya menengah keatas pun terbagi lagi menjadi beberapa tingkatkan sangat kaya, cukup kaya dan kaya.

Untuk klasifikasi menengah adalah orang yang memiliki penghasilan antara 5 s/d 20 jt perbulan.

Untuk menengah kebawah pun terbagi menjadi beberapa bagian, dari staff / karyawan swasta, pemilik warung, sampai dengan orang yg memiliki pekerjaan seperti satpam. Yang beda dengan kelas menengah kebawah yang dikaterogikan hidup yg tidak cukup, dibawah garis rata2.

Seseorang dapat dikatakan miskin ketika sebelum menerima gaji / honor atau yg lainnya, uang sudah habis dan tidak mencukupi sehingga utk memenuhi kebutuhannya harus menjual barang, mengadaikan atau meminjam.

Asuransi dapat di beli oleh semua kalangan, dan produk asuransi pun sangat bervariasi  dari yg murah sampai ke mahal, namun tidak dapat dibeli oleh orang2 yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sebelum tanggal menerima gaji / honor.

Pendapat saya diatas merupakan pendapat dari kaca mata saya, yang saya rasakan dilapangan selama ini.


Salam

Djap Edi Santoso
Selasa, 15 Mei, 2012 16:10
============= =====

14.  Nurmansjah Soleiman:


Dear Pak Rky dan para managers,

Saya setuju dengan pendapat Anda... Karena itu sebenarnya di tulisan saya saya sudah menjelaskan panjang lebar... Tapi entah mengapa tulisan saya ternyata "terpotong" hanya menjadi 1 alinea... Alinea ke 2 pun hanya 1 kalimat. Padahal seingat saya, tulisan saya ada 10 alinea lebih. Mohon maaf.

Btw, saya tidak merasa pernah menuliskan:  'ternyata pembeli terbesar asuransi adalah kalangan menengah kebawah'.

Karena menurut saya hal itu juga tidaklah benar.


Terima kasih...

Salam,

Nurmansjjah Soleiman
Selasa, 15 Mei, 2012 17:31
================ ==


15.  sdjojonegoro:


Batasan menengah atas, coba deh para pemain asuransi bisa jawab detail.

Saya orang awam yang hanya membeli asuransi. Dengan UP. 2 milyar, 3 Milyar...bisa dicheck berapa premi per year, dan berapa pendapatan per bulan untuk cover biaya asuransi.

Hebatnya agen asuransi selalu mengejar UP fantastis tanpa memikirkan bagaimana mereka dengan salary per bulan 5 juta kebawah bisa membeli asuransi.

CF
Selasa, 15 Mei, 2012 18:29
============== ====

16.  Ang Harry Tjahjono:


Pak Nurmansjah,
Bisakah diresend ke milis email anda yang tertulis dibawah?
Karena kelihatannya terpotong.

Thanks
Harry T
Moderator
Selasa, 15 Mei, 2012 19:01
================== =


16.  BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar