Sabtu, 07 April 2012

ANTROPOLOGI KESEHATAN



Pak Andi, Bu Monika, Pak Rky & Members,

Untuk masukan saya, saya tuangkan dalam satu artikel di bawah:

ANTROPOLOGI KESEHATAN
Bagi Masyarakat Papua

Oleh: Ratmaya Urip*)


Antropologi Kesehatan sudah menjadi ilmu terapan yg sudah lama diterapkan dalam bidang kesehatan di Papua.

Sejak zaman penjajahan Belanda dikenal penelitian2 dalam bidang ini. Sehingga sudah bukan merupakan hal yang baru. Dinas Kesehatan Propinsi maupun Kabupaten selalu membekali tenaga medis dan paramedis dengan ilmu terapan ini. Sebelum diterjunkan di lapangan tenaga medis dan paramedis, wajib dibekali dengan ilmu ini.

Universitas Cendrawasih, dalam hal ini Fisipol Jurusan Antropolologi melalui Laboratorium Antropologi, juga sangat berperan aktif dalam apresiasi penerapan ilmu ini di lapangan. Dikenal sekali JURNAL ANTROPOLOGI PAPUA (Papuan Journal of Social and Cultural Anthropology), yang sangat mengglobal karena diakui oleh dunia internasional, dengan point akreditasi yg tinggi.

Bagi yg ingin mendalami aspek antropologi di Papua, termasuk Antropologi Kesehatan di Papua, silakan mulai dengan mengoleksi dan mempelajari Jurnal-jurnal yg telah diterbitkannya.

DEFINISI

Buku induk (textbook) Antropologi Kesehatan yg sangat dikenal adalah dari George M. Foster and Barbara Gallatin Anderson (silakan googling), diterjemahkan oleh Priyanti Pakan Suryadarma & Meutia Hatta, dan diterbitkan oleh Penerbit UI-Press.

Secara umum, masalah kesehatan berkaitan erat dengan lingkungannya, baik fisik maupun sosial budaya-nya. Untuk itu peran ilmu ekologi dan ilmu sosial budaya termasuk antropologi sangat berperan.

Antropologi Kesehatan adalah studi dan atau aplikasi tentang pengaruh2 unsur2 budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita Sarwono, 1993). Definisi Solita masih sangat sempit, krn Antropologi tidak terbatas hanya pada masalah sosial budaya saja, seperti yg disampaikan Prof Koentjaraningrat (Bpk Antropologi Indonesia) bahwa Ilmu Antropologi mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial dan budaya.

Menurut Foster dan Anderson (yg dianggap memberikan definisi paling tepat), Antropologi Kesehatan mengkaji masalah2 kesehatan dan penyakit dari 2 (dua) kutub yang berbeda, yaitu kutub biologi dan kutub sosial-budaya.

Kutub Biologi memberi perhatian pada:

- Tumbuh kembang manusia (secara fisik dan psikis)
- Peranan penyakir
- Paleopatologi

Kutub Sosial-Budaya:

- Sistem medis tradisional (etnomedisin)
- Masalah petugas2 kesehatan dan persiapan profesional mereka
- Tingkah laku sakit
- Hubungan antara dokter-pasien
- Dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan modern kepada masyarakat tradisional.

INTERPRETASI MASYARAKAT PAPUA TENTANG KEHAMILAN, MELAHIRKAN,NIFAS DAN GIZI

Masyarakat Papua memiliki konsep dasar berbasis pandangan antropologis tentang masalah ini.

Bentuk pengobatan tertentu dan siapa yg harus atau siapa yg akan melakukan pengobatan, dan dengan cara apa dilakukan pengobatan, terbentuk karena warisan turun temurun. Sehingga sudah menjadi way of life. Secara tradisional.

Ada beberapa contoh penanganan secara tradisional dalam konteks ini. Yg memerlukan penanganan secara modern dengan pendekatan antropologis.

Tentang konteks ini, bagi yang berkepentingan dapat konsultasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Krn mereka sdh dibekali dengan ilmu Antropologi Kesehatan secara praktis. Atau bisa juga menyimak artikel2 tentang Antropologi Kesehatan di Jurnal tsb di atas.

PENUTUP

Masyarakat Papua memiliki keragaman sub-etnis yg masing2 berbeda secara antropologis.

Di daerah pedesaan lebih percaya pada penanganan kesehatan yg cenderung tradisional, krn faktor2 kebiasaan turun temurun dan lebih percaya pd apa yg dilakukan leluhur.

Untuk daerah pedesaan perlu diberi pemahaman terlebih dahulu tentang interpretasi yg seharusnya tentang sakit, sehat, dan penjelasan secara bijak tentang perbedaannya dengan sistem pengobatan tradisional. Jangan dibuat friksi.

Di daerah perkotaan sudah dapat menerima sistem pengobatan modern.

Demikian, terima kasih.

Salam Manajemen

Ratmaya Urip
Minggu, 1 April, 2012 07:10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar