Sabtu, 07 April 2012

Dampak Tidak Memenej Waktu


Oleh: 


Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah saw bersabda,
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al Hakim
)



Tidak ada kebetulan

Hari ini (Selasa, 28 februari 2012). Adalah hari diantara hari-hari luar biasa dan bermakna bagi saya. Karena, saya mendapat pelajaran langsung tentang mengelola waktu. Terutama waktu luang menjadi waktu sempit. 

Entah sebuah kebetulan? Tapi, saya termasuk orang-orang seperti Anda yang tidak mempercayai namanya kebetulan. Karena, setiap waktu terjadi dengan aturan dan tanda-tandanya masing. Adapun kebutulan, adalah tanda, kalau kita sedang tidak menyadari peristiwa sekitar kita. Seperti hari ini, secara bersamaan, saya terdesak oleh deadline, semuanya penting.

Jatuh tempo

Pertama, saya mendapat telf dari teman, dia mengabari, program pelatihan dengan sebuah perusahaan besar di kepulauan timur, akan berlangsung pertengahan maret. Oleh karena itu, saya segera membuat proposal lanjutan. Proposal yang berisi deskripsi singkat, mengenai pelatihan yang akan kami laksanakan. 

Taklama kemudian, handpone saya berdering kembali. Saya lihat di layar ada pesan baru masuk. Pengirimnya, PIC project buku sedang saya garap dengan sebuah penerbit di Bandung. Saya baca isi pesan tersebut “Mas kapan bab lanjutan dapat kami terima, karena proses edit dan layout sedang kita jalankan”. 
Sungguh, saya menarik nafas sejenak membaca isi pesan tersebut. Karena secara bersamaan, kondisinya penting dan mendesak bagi saya. Dalam waktu itu juga, saya mesti mengirimkan proposal dan naskah tulisan untuk buku pertama saya. 

Pentingnya jadwal (rencana)

Kejadian ini membuat saya merenung sejenak. Saya berusaha memahami, apa maksud dari peristiwa ini? Karena, saya mempunyai pemikiran. Sebenarnya, setiap peristiwa yang terjadi, di dalamnya tersirat berjuta makna. Tergantung, apakah saya bisa belajar dan mengambil hikmahnya? Atau membiarkan hikmah tersebut terbang bersama awan.

Adapun yang terpikirkan oleh saya. Keterdesakan waktu ini terjadi karena saya kurang memenej waktu dengan baik. Persisnya tidak menjadwalkan secara periodik. Seperti saya membuat alarm di BB untuk jadwal pelatihan, waktu dan tempatnya. Serta siapa PIC program pelatihan tersebut.

Prioritas itu penting

Selain itu, efek dari membiarkan waktu berjalan tanpa perencanaan matang. Sayapun menjadi tidak bisa memilah. Apa saja kegiatan penting tapi tidak mendesak. Hal mendesak namun penting. Atau kebalikan keduanya. Penting sangat mendesak. Dan tidak penting juga tidak mendesak sama sekali.

Akhirnya, dalam waktu itu juga, saya memutuskan untuk mendahulukan naskah buku. Lalu proposal. Selanjutnya, mengikat makna sehari-hari. Baik itu pembelajaran dari kejadian yang saya hadapi. Atau, pemikiran-pemikiran terlintas dalam benak saya. Saya segera menuangkan dengan memilah kata, frasa, hingga membentuk kalimat ke dalam tulisan.

Peristiwa ini pula, mengingatkan saya akan pesan Rasulllah tentang waktu. Supaya mengingat 5 perkara sebelum datang yang lima. Seperti pada penggalan pembukaan goresan ini.

Ciganjur, Selasa, 28 februari 2012 
Mari bersilaturahim,

Rahmadsyah Mind-Therapist
Selasa, 3 April, 2012 00:01

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar