Minggu, 29 April 2012

Cara Bertumbuh Di Tempat Statis


Oleh:  Dadang Kadarusman

Hore, Hari Baru! Teman-teman.
 
Catatan Kepala:Tumbuh itu tidak selalu berarti tubuh kita semakin besar. Atau jabatan kita semakin tinggi. Tumbuh berarti kualitas pribadi kita menjadi lebih baik.”
 
Jika Anda bersepeda di kelas RPM (Raw Power in Motion) di fitness center, Anda tidak akan pernah ketinggalan oleh orang lain. Selama bersepeda itu, semua orang ada di ruangan yang sama. Dan tetap diposisi yang sama. Kantor kita, kira-kira seperti ruang RPM itu. Selama bertahun-tahun, setiap orang berada di ruangan dan posisi yang sama dengan kita. Lalu kita merasa bahwa, seperti halnya orang-orang itu; karir ini sudah mulai ‘mandek’. Benarkah begitu?
 
Sesekali, pergilah ke kelas RPM di fitness center. Saat mengayuh sepeda statis itu, sekalian Anda renungkan. Betapa keberadaan kita bersama orang lain sama sekali bukanlah penanda bahwa pertumbuhan kita sama dengan orang lain. Di kelas RPM. Anda akan menemukan bahwa, meskipun Anda tetap berada di tempat dan ruang yang sama dengan orang lain. Namun hakekatnya, setiap orang telah menempuh jarak dan ketinggian tanjakan yang berbeda. Seperti itulah pula sesungguhnya perkembangan karir kita. Ditempat paling statis sekalipun, kita bisa loh tetap bertumbuh. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar bagaimana caranya untuk bisa terus bertumbuh di tempat kerja yang statis, saya ajak memulainya dengan menerapkan 5 prinsip Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:    
 
1.      Mengambil beban yang menantang. Di kelas RPM, setiap orang menentukan sendiri beban tanjakan yang akan ditempuhnya. Ada orang yang hanya mau menempuh tanjakan ringan-ringan saja. Mereka memasang resisten sepedanya rendah saja. Nyaman dan tidak harus ngos-ngosan. Keringat pun hanya sedikit menetes dari tubuhnya. Ada juga orang yang berani menantang kekuatan dirinya. Dipasangnya resisten yang cukup berat. Lalu dia mengayuh dengan susah payah. Sekarang keringatnya bercucuran seperti air yang tertumpah. Di kantor juga begitu. Ada orang yang hanya mau mengerjakan tugas-tugas mudah. Dan ada yang bersedia menantang pekerjaan yang sulit untuk ditangani.  Sama seperti di kelas RPM, mereka yang berani mengambil tanggungjawab lebih besar, memperoleh reward ‘kebugaran’ yang lebih besar. Dan mereka, terus bertumbuh lebih baik.
 
2.      Mengayuh lebih cepat, menempuh lebih jauh. Di kelas RPM, jika Anda mengayuh lebih cepat dari orang lain. Maka Anda akan menempuh jarak yang lebih jauh daripada orang lain. Meskipun secara fisik Anda dan mereka tetap berada di ruang yang sama. Di kantor pun demikian. Jika Anda bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari orang lain. Maka dalam rentang waktu yang sama; Anda bisa menghasilkan lebih banyak dari mereka. Meskipun kelihatannya Anda dengan mereka tetap berada di ruangan yang sama. Namun tingkat produktivitas Anda, jauh lebih tinggi daripada orang lain. Dan Anda menjadi pribadi yang unggul disana.
 
3.      Memanfaatkan waktu yang ada. Berbeda dengan sepeda biasa. Sepeda statis di kelas RPM itu tidak pernah berhenti berputar. Sehingga mau tidak mau Anda harus terus mengayuh. Walhasil, tidak ada sedikitpun waktu Anda yang terbuang percuma tanpa ada kalori yang dibakar. Itulah yang menjadikan kelas RPM sangat efektif dan efisien. Di kantor juga sama. Waktu tidak pernah berhenti berputar sehingga mau tidak mau, Anda mesti terus menjalaninya. Namun kebanyakan orang membuang-buang waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif. Jika teman Anda begitu, maka itu adalah kesempatan bagus buat Anda untuk mengungguli mereka. Manfaatkanlah waktu yang ada untuk mengerjakan hal-hal produktif. Maka Anda bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari orang lain.
 
4.      Menghindari komplain soal penugasan. Di kelas RPM, tidak pernah ada orang yang mempermasalahkan; mengapa orang lain memasang resisten rendah dan mengayuh dengan perlahan? Di kantor, sebaliknya. Banyak orang yang komplain. Mengapa pekerjaan orang lain lebih ringan daripada dirinya. Di kelas RPM, setiap pribadi menantang dirinya hingga ke puncak kemampuan kayuhan tertingginya. Mereka penasaran jika belum sampai pada batas maksimal kekuatan dirinya. Di kantor. Anda perlu bersikap seperti itu. Yaitu, tidak ikut-ikutan komplain soal penugasan lebih ringan yang didapatkan orang lain. Melainkan berusaha keras untuk menantang diri sendiri dengan penugasan yang bisa membawa Anda kepada puncak kemampuan kinerja tertinggi Anda. Dijamin. Anda akan unggul disana.
 
5.      Posisi sekarang, latihan untuk posisi mendatang. Kelas RPM itu, hanyalah latihan. Kebugaran yang sesungguhnya akan dirasakan oleh setiap orang, setelah mereka keluar dari ruang latihan itu. Ketika mereka menjalani aktivitasnya sehari-hari. Begitu pula halnya dengan tugas-tugas Anda saat ini. Semua itu tidak lain adalah arena latihan bagi Anda, agar kelak jika Anda mendapatkan kesempatan untuk memperoleh tanggungjawab yang lebih besar; Anda sudah siap. Semakin tangguh seseorang di kelas RPM, semakin bugar dia dikesehariannya. Semakin tangguh Anda di posisi saat ini, semakin siap Anda untuk menghadapi peluang penugasan yang lebih besar kelak. Makanya, perlakukanlah penugasan Anda saat ini sebagai sarana latihan dalam menyiapkan diri Anda untuk menghadapi penugasan yang lebih besar.
 
Kata ‘mandek’ hanya cocok bagi mereka yang tidak bertumbuh lagi. Sedangkan kita tahu bahwa tumbuh itu tidak selalu berarti tubuh kita semakin besar. Atau jabatan kita semakin tinggi. Tumbuh berarti kualitas pribadi kita menjadi lebih baik. Dan untuk bisa bertumbuh, Anda tidak membutuhkan teori-teori yang rumit. Untuk bertumbuh, Anda hanya membutuhkan kesungguhan dalam menyelesaikan tugas-tugas harian. Karena didalam tugas-tugas harian kita itu, ada kesempatan untuk membangun keunggulan.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman  23 April 2012

Catatan Kaki:
Ditempat paling statis pun kita masih bisa terus bertumbuh. Jika kita terus gigih untuk membangun keunggulan pribadi. Tanpa henti.

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.
Minggu, 22 April, 2012 21:07

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar