Selasa, 10 April 2012

Opini & Diskusi: "Kesadaran Berasuransi"

 

OPINI:

1.  Ang Harry Tjahjono:

Akhir2 ini banyak sekali orang2 yang menjual produk asuransi apapun nama perusahaannya.
Iseng-iseng saya menanyakan ke mereka, apa bisa jual?? mengingat setiap ketemu org, profesi sampingan menjual asuransi..
Sebagian besar menjawb...ada aja yang beli dan hebatnya beberapa diantara mereka malah meninggalkan pekerjaan tetap mereka dan beralih ke bisnis asuransi...

Sebenarnya apa kesadaran manusia akan asuransi meningkat? atau krn sebab lain?

Bagaimana dengan anda?

Harry

Kamis, 5 April, 2012 18:51
============ =====

DISKUSI:


Sugeng Triyono  <sugengtriyono@yahoo.com>:

Yth. Pak Harry.
Kalau boleh urun rembug.
Dalam tataran teks book asuransi adalah konsep yang menurut saya brilliant, karena dengan tingkat probability claim yang kecil dan Pihak yang melakukan claim sungguh - sungguh memerlukan dana asuransi tersebut untuk menutup kecelakaan yang sedang terjadi. Konsep tolong - menolong yang sangat brilliant.
Hanya saja khususnya image masyarakat di Indonesia, konsep saling menolong menjadi diminish dan menjadi usaha dagang pada umumnya yang mencari keuntungan yang sebesar - besarnya, dengan implikasi ;
1. Claim menjadi di persulit dan kalau bisa sekecil kecilnya, padahal sebenarnya kalau perlu claimnya di tambah, menolong orang yang lagi susah.
2. Membeli asuransi dengan imbalan return, semisal investasi, menjual konsep dagang lagi he he he.
3. Yang saya dengar, karyawan asuransi memiliki gaji dan bonus yang besar dengan kerja sistem premi terhadap jumlah nasabah yang dapat di raih, even memakai konsep multi level marketing, .... Again konsep dagang yang di kedepankan.
Maksud saya, bukanya insurance company tidak boleh berdagang, ... Hanya konsep brilliant yang saling menolong orang yang lagi susah sudah tidak lagi di hiraukan. Maka ...
5. Asuransi mungkin sangat cocok untuk money laundry, karena tingkat taxes appliednya zero (if - am not mistaken).
Just small thing from me
Sugeng.
Kamis, 5 April, 2012 19:34
========== =========

3.  Nurmansjah Soleiman" <nurmansjah.soleiman@gmail.com>:


Dear Pak Ang dan para Manager Indonesia,
Kesadaran berasuransi memang meningkat, namun terus terang kesadaran masyarakat Indonesia berasuransi memang masih sangat rendah.
Tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita di Asia Tenggara.
Para pelaku bisnis asuransi memang harus menyadari hal ini.
Pemerintah Indonesia pun melalui Departemen Keuangan dan AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) semakin memperketat regulasi di industri ini dengan tujuan meningkatkan pengawasan atas keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa asuransi jiwa.
Saya sendiri sebagai pelaku di industri asuransi jiwa sangat percaya bahwa setiap manusia Indonesia membutuhkan asuransi.
Asuransi jiwa adalah dasar, atau dasar dari segala dasar, dari setiap perencanaan keuangan.
Mengenai pertanyaan Bapak mengapa banyak (bukan beberapa) diantara mereka (para agen) yang meninggalkan pekerjaan tetap mereka dan beralih ke bisnis asuransi, inilah jawaban menurut saya:
- Harus diakui bahwa "money motivation" merupakan salah satu motivasi utama seseorang terjun ke 'bisnis' asuransi.
- Potensi dan prediksi atas industri asuransi jiwa masih sangat besar (terutama di Indonesia). Kebutuhan masyarakat atas asuransi jiwa tidak akan pernah terputus selama masih ada orang yang bekerja, selama masih ada orang yang 'naik gaji' atau promosi jabatan, selama masih ada orang manikah, selama masih ada anak-anak dilahirkan, selama masih ada orang yang sakit, selama masih ada orang yang akan memasuki masa pensiun, dst.
- Bagi para karyawan: Profesi keagenan di industri asuransi jiwa juga menyediakan peluang karir yang menggiurkan, karena selain potensi yang besar dan 'tak terbatas', juga tidak tergantung pada unsur 'like and dislike' seperti karyawan umumnya.
- Bagi para usahawan: Profesi keagenan di industri asuransi jiwa juga menyediakan peluang karir yang menggiurkan, yang bisa memberikan hasil yang melebihi hasil usahanya serta menjanjikan fleksibilitas (bahkan kebebasan) waktu yang tidak bisa dinikmatinya sebagai usahawan biasa.
Namun saya pribadi percaya bahwa orang yang pindah sepenuhnya ke 'bisnis' asuransi jiwa, jika ia ingin bertahan 'sangat lama' di industri ini, harus memiliki misi yang benar: misi untuk menolong orang lain, misi untuk memperkenalkan manfaat asuransi jiwa bagi orang-orang yang belum menyadari bahwa dirinya membutuhkan asuransi jiwa, bahwa asuransi jiwa adalah kebutuhan 'esensial', bukanlah suatu kemewahan.
Salam,
Nurmansjah Soleiman
Life is NOT a game... No chance for put another coin in!
Kamis, 5 April, 2012 20:46
========== ========

4.  Irvan Nasution" <nasution_irvan@yahoo.com.sg>:

Halo Managers

Memang saat ini menurut data yang kami pelajari secara umum daya beli penduduk Jakarta meningkat (ini dari hasil meeting tahunan kami)
akan tetapi kembali Menjual asuransi memang berbeda dengan menjual produk lain.

Dalam menjual asuransi kami sebagai Insurance Consultant menjual ke orang orang yang semata mata belum perlu (masih sehat, masih memiliki banyak uang, masih belum memikirkan pensiun dll)

Di sinilah tugas kami untuk menegaskan perluanya payung sebelum hujan. Karena jika sudah jatu sakit, sudah berumur maka resikonya adalah premi akan lebih mahal hingga Ditolak oleh perusahaan asuransi. Kalaupun mereka sudah mengklaim sudah memiliki Payung, pertanyaannya adalah "Apakah payung itu sudah cukup kokoh dan memiliki proteksi perlindungan yang pas untuk keadaan saat ini" mengingat kebutuhan semakin bertambah (anak semakin besar, pendidikan semakin tinggi hingga gaya hidup yang semakin meningkat)

Kaloupun sudah memiliki payung yang cukup memproteksi perlindungan saat ini, maka kita lihat payung apa yang dimiliki. Karena asuransi memiliki banyak payung antara lain ; Payung untuk pendidikan anak, payung untuk perlindungan pendapatan, payung untuk berinvestasi, payung untuk tabungan dan payung untuk persiapan hari tua (ingat setelah usia pensiun hampir semua perusahaan tidak memberikan perlindungan kesehatan ke karyawannya kan ...=)

Memang ada perusahaan asuransi yang mengklaim "Kami memiliki satu payung untuk semua"
itu artinya anda memiliki payung yang sangat amat besar sehingga bisa melindungi semua kebutuhan diatas itu, dan sudah pasti memiliku Nilai perlindungan yang cukup besar yang tentunya juga memiliki premi yang besar. Dan lucunya ketika saya tanya " Kalau saya boleh tahu berapa Premi yang anda bayarkan jika Bapak atau ibu bilang sudah memiliki payung yang mengcover semua kebutuhan di atas?" saya sering kali kaget, mereka bilang "Rp 300.000 hingga Rp 500.000" per bulan (ini biasanya terjadi di perusahaan asuransi yang hanya menawarkan UNIT LINK, sehingga yang mereka tawarkan adalah ASUMSI dan masih banyak nasabah asuransi yang belum aware akan hal ini)....Wow Luar biasa, Murah sekali, ternyata setelah kami gali kebutuhan sebenarnya mereka merasa kalau memang perlindungan itu belum cukup sehingga mereka harus berusaha lebih giat lagi untuk mencukupi perlindungan sesuai kebutuhan mereka.

Naa saran saya sebelum anda membeli asuransi ...silahkan bicarakan ke agent anda mengenai sebenarnya berapa sih kebutuhan proteksi yang harus saya miliki, apakah itu untuk pendidikan anak anda hingga persiapan pensiun anda. Dari situ baru anda bisa putuskan produk apa, perlindungan berapa (bisa sesuai dengan kemampuan anda dulu) dan bagaimana manfaatnya.

Memang betul Asuransi seringkali target Money Laundry dan itu tugas kami mulai dari agent hingga perusahaan yang memfilter sumber dana yang diberikan .

Semoga bisa memberikan pencerahan walaupun hanya sedikit, kalo ada yg salah salah maaf ya dear managers....



Salam saya Untuk Keluarga Anda
Irvan Nasution 
Manulife Insurance Consultant
Kamis, 5 April, 2012 21:49
================ =====

5.  Marmi Priarsih  <marmi.priarsih@gmail.com>:

Dear Pak Harry
Menurut saya jika bapak hanya bertanya-tanya pendapat orang lain maka jawaban yg bapak dapatkan hanya sepotong-sepotong, karena jawaban real yg bisa pak Harry dapatkan sebetulnya sangat banyak untuk dibahas panjang lebar jika pak Harry "langsung" melihat dan merasakan sendiri sbg agent atau pun sbg nasabah.
Intinya selama masih ada kehidupan manusia disitulah life assurance dibutuhkan, sejak lahir-tumbuh besar-meningkat dewasa hingga pensiun lalu tua dan akhirnya meninggal.
Soal kesadaran pentingnya berasuransi tentu saja meningkat, tapi urusan mau atau tidak mau punya asuransi, itu tugas agen utk membantu masyarakat mengambil keputusan sesuai kebutuhan masing2.
Sbg gambaran kecil tentang prospek bisnis asuransi, di kantor agency tempat saya bergabung, asuransi sudah seperti perusahaan keluarga, karena banyak keluarga2 kumpul sbg "agen full time" di satu agency, suami-istri-anak2-saudara-keponakan-teman2-hingga tetangga2 tumplek blek sekantor dan mereka punya pangsa pasar masing2.
Kebetulan sekarang sudah April, perusahaan kami sudah rampung dg Laporan Tahunan 2011 yang sebentar lagi akan published di harian Kompas (belum ada info tanggal pastinya). Dari Laporan Tahunan 2011 tsb pak Harry bisa melihat sendiri bagaimana perkembangan real dari bisnis asuransi di Indonesia (dari sisi perusahaan kami tentunya)
Semoga uraian saya sedikit banyak bisa menjawab pertanyaan pak Harry.
Salam
Marmi Priarsih
marmi.priarsih@gmail.com
Prudential Life Assurance
50Detik=1Claim Terbayar
Sabtu, 7 April, 2012 03:10

============== =======

6.  BERSAMBUNG Lebih Asyik

Tunggu terbitnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar