Sabtu, 30 Juni 2012

Hal-hal Kecil Itu Penting Kok



Tepat 1 (satu) hari sebelum saya sakit DBD, saya duduk di sebuah cafe dengan teman saya. Beliau mengatakan bahwa sekarang menu utama cafe itu "stop kontak" dan "Wi-Fi". Kami yang mendengarnya tertawa dan setuju.

Sekarang begitu banyak orang yang ke cafe membawa laptop atau charger BB-nya. Namun tidak banyak cafe yang menyediakan stop kontak. Ini hal kecil, namun cukup untuk "mengusir" tamu-tamunya.



Malam ini saya menginap di Hotel Narita - Tangerang. Saya menemukan bahwa mereka meletakkan 1 buah mangkok bening cantik di ujung bath tub. Isinya adalah sabun! Ketika saya melihat sabun ini, saya tersenyum. Mereka sungguh pengertian. Biasanya di kebanyakan hotel, setelah berbasah-basah ria, saya harus memanjat keluar dari bath tub untuk mengambil sabun yang diletakkan di dekat westafel. Hal kecil yang membuat saya tersenyum.

Namun pagi ini, ketika saya sarapan di sebuah hotel dan meminta garpu, saya melihat pelayannya memegang garpu langsung dengan tangannya, tanpa dibalut tissue. Dia memegang garpu bukan di gagangnya namun pas di bagian yang akan masuk ke mulut saya. Saya langsung mengambil sendiri 1 buah garpu lain. Hal kecil yang membuat saya menarik nafas.

Malam ini saya makan di sebuah restoran yang sedang sepi. Di sana pelayan-pelayannya (bukan penyanyi) sedang sibuk memanfaatkan fasilitas organ tunggal. Mereka bernyanyi. Tidak tau mencoba menghibur tamu atau dirinya sendiri. Saya bertanya kepada rekan bisnis saya, "Ibu suka dengan adanya lagu seperti ini di saat makan?". Beliau menjawab, "Kalau suaranya bagus, saya suka. Kalau suaranya seperti ini sih menggangu". Saya langsung setuju.

Saya panggil pelayannya dan meminta mereka untuk mengecilkan musiknya atau sekalian saja tidak usah bernyanyi, karena kami ingin ngobrol. Mendengar itu sang penyanyi terdiam selama 5 menit. Lalu mulai lagi bernyanyi dengan suara fals-nya. Seolah mengejek, mereka berduet pula!! Hal besar yang dianggap kecil oleh mereka!

Kemarin, di acara seminar Financial Revolution, Pak Tung tiba-tiba menghilang saat mau makan siang. Ibu Tung langsung panik dan menyuruh semua trainer yang ada untuk mencari beliau. Ternyata Pak Tung sedang duduk menggunakan HP-nya di balik panggung. Setelah masuk ke ruangan istirahat, beliau menyampaikan alangkah senangnya dicemaskan oleh istri. Perhatian kecil seorang istri yang menunjukkan cintanya.

Saya baru saja selesai mengadakan workshop untuk 'So Good' & 'Real Good'. Setelah selesai, mereka mengucapkan banyak terima kasih atas workshopnya yang luar biasa. Lalu mereka memberikan saya dan panitia masing-masing 2 (dua) kotak nasi + fried chicken untuk makan malam. Saya bingung kenapa diberikan 2 kotak, namun saya sangat menghargainya. Hal kecil yang menyentuh hati saya.

Mungkin di rumah, anda juga diajarkan hal-hal kecil seperti menawarkan makan kepada orang lain sebelum mulai makan. Hal kecil yang membuat anda sungguh beradab dan sopan.

Dalam dunia bisnis, keluarga, service, hal-hal kecil ini bisa membuat kita sedih atau membuat kita tersenyum. Tidak ada hal yang terlalu kecil.

Anda setuju?

Salam dahsyat!
--
Hendrik Ronald
Senin, 4 Juni, 2012 13:53

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar