Sabtu, 30 Juni 2012

The Power of Banyolan

by Made Teddy Artiana

 Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story
BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA (yang pernah bekerja di rumah kami)


Bruce Nolan pernah jadi Tuhan! Kesempatan langka ini langsung diberikan oleh Tuhan kepadanya. Setidaknya hanya beberapa hari, ia menikmati betapa luar biasanya menjadi Tuhan. Akan tetapi bisa berbuat apapun semau-maunya, bahkan jadi Tuhan-pun ternyata tidak menjamin seseorang berbahagia. Demikian juga Bruce, akhirnya Bruce Nolan merasa jauh lebih baik untuk menjadi dirinya sendiri. Usut punya usut ternyata keinginan anehnya untuk menjadi Tuhan itu berawal dari kekecewaan Bruce terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak cukup diberi ‘kehebatan’ oleh Tuhan. Ia membandingkan dirinya dengan orang lain. Ia melihat betapa orang lain demikian cerdas, beruntung, berbakat, sementara dirinya, menurut ini sejauh penilaian orang sekitar ‘hanya lebih lucu’. Bakat humoris tidak dianggap sebagai sebuah kelebihan oleh Bruce, bahkan sebaliknya : sesuatu yang memalukan! Bruce Almigthy (2003) demikian judul film tersebut. Dibintangi oleh Jim Carey dan Morgan Freeman, yang berperan sebagai Tuhan yang aneh. Meskipun bergenre komedi fantasi, namun salah satu pesan moral yang ingin diangkat adalah : humor juga merupakan sebuah kelebihan (spesial gift) yang diberikan oleh TUHAN.


            Kita masuk lebih dalam lagi. Agak serius...

Seorang consultan di Boston sana melakukan riset khusus tentang humor. Fabio Sala, nama orang tersebut, akhirnya merangkum risetnya kebeberapa tulisan, salah satunya berjudul : Laughing All the Way to the Bank dimuat dalam Harvard Business Review.


Menyatakan sebagai berikut :
“More than four decades of study by various researchers confirms some common-sense wisdom: Humor, used skillfully, greases the management wheels. It reduces hostility, deflects criticism, relieves tension, improves morale, and helps communicate difficult messages.”

Lebih dari empat dekade lewat bermacam riset telah menegaskan sebuah pandangan umum tentang humor. Humor, yang digunakan dengan cerdas, menjadi pelumas roda-roda manajemen. Ia dapat mengurangi permusuhan, mengelak kritik, melenyapkan ketegangan, meningkatkan moralitas dan membantu dalam mengkomunikasikan hal-hal yang pelik.

Visi harus, leadership memegang peranan penting, teamwork esensial, namun humor..sama sekali tidak boleh diabaikan perannya dalam organisasi.


            Jika demikian bukan sebuah kebetulan jika Daniel H Pink dalam a Whole New Mind, menempatkan Humor (Game) sebagai salah satu dari 6(enam) kecerdasan Otak Kanan yang memiliki pengaruh luar biasa dalam era saat ini. Tidak hanya berguna dalam organisasi, Humor ternyata sangat ampuh tidak hanya sebagai pereda depresi dan meningkatkan kekebalan tubuh, namun lebih jauh, dalam dunia profesional, humor juga sangat ampuh dalam menyentuh secara personal dan membangun jembatan menuju hati seseorang.

Faktanya...
Tidak semua orang bisa melucu. Sebagain besar mengambil posisi sebagai penonton.
Kalaupun bisa, tidak semua lelucon lucu buat orang lain.
Kalaupun lucu, tidak semua orang tahu kapan menggunakannya.
Kalaupun tahu waktu, tidak semua orang paham akan takarannya.
Kalaupun paham akan dosis sebuah humor, hanya sedikit orang yang berhasil menciptakan lelucon yang ‘berisi’ dan berhasil memasukkan message ke dalamnya ;)
           
So..mulailah berlatih menggunakan otak kita untuk ber-lelucon (*)



what a wonderful world..! 

Made Teddy Artiana, S. Kom
Selasa, 5 Juni, 2012 03:15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar