Sabtu, 30 Juni 2012

Kunci Memenangkan Kompetisi



© 2006. Nugroho Adhi W. All rights reserved. 
 
Salah satu film yang dibuat oleh National Geographic menggambarkan perjalanan kalifah dari Suku Tuareg melintasi gurun Sahara. Mereka berangkat dari tempat tinggal mereka di Timia menuju ke Bilma sebuah kota yang terletak di tengah gurun untuk membeli garam yang akan mereka jual di kota-kota yang berada di bagian selatan Nigeria.
Total waktu perjalanan yang mereka tempuh adalah enam bulan dengan jarak 1500 mil, dan dengan suhu 136 derajat fahrenheit di siang hari, perjalanan tersebut merupakan perjalanan bisnis yang sangat berat dan beresiko.


Perjalanan suku Tuareg melintasi gurun Sahara tersebut kurang lebih sama dengan perjalanan organisasi kita dalam menghadapi persaingan di dunia bisnis untuk menjadi organisasi yang terdepan, terbaik dan sustainable di dalam industri yang kita jalani.
Agar dapat bertahan dalam perjalanan melintasi gurun Sahara, suku Tuareg mempersiapkan perjalanan mereka dengan sebaik mungkin dengan cara memilih orang-orang terbaik, menyiapkan perbekalan dan sarana yang mereka perlukan selama perjalanan, dan menentukan memilih dan alternatif rute perjalanan yang terbaik. Semua hal yang mereka lakukan sebelum melakukan perjalanan melintasi gurun Sahara adalah untuk menciptakan suasana yang kondusif selama perjalanan sehingga mereka dapat melakukan perjalanan seefektif mungkin. Dengan kemampuan seperti itu, tidak mengherankan kalau suku Tuareg dikenal sebagai suku yang mampu menaklukkan ganasnya gurun Sahara.
Untuk berhasil dalam persaingan di dunia bisnis, sustainable dan menjadi great organization, kita dapat mengadopsi apa yang dilakukan oleh suku Tuareg.
------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------
Suku Tuareg memilih orang-orang yang terbaik untuk melakukan perjalanan melintasi gurun Sahara. Orang-orang yang dianggap terbaik adalah orang yang setidaknya memiliki kemampuan bertahan hidup di gurun pasir seorang diri dan menyadari bahwa dia memiliki peran dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan perjalanan kalifah.
Salah satu persyaratan untuk menjadi sebuah organisasi yang sustainable adalah broadbased leadership, yaitu menyadari bahwa kepemimpinan tidak hanya berlaku pada level CEO atau Manager saja, tetapi dari semua level di organisasi. Karena itu orang-orang di dalam organisasi adalah insan yang menyadari dan mampu menjadi pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri, dan juga memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam organisasi.

Setelah memilih anggota kalifah, maka para anggota kalifah tersebut kemudian disadarkan bahwa perjalanan yang akan mereka lakukan adalah perjalanan untuk kelangsungan hidup suku mereka; kemudian orang-orang yang baru pertama kali mengikuti perjalanan diajarkan mengenai budaya dan nilai-nilai suku yang harus dipegang.

Persyaratan lainnya adalah organizational alignment, yaitu adanya keselarasan antara organisasi dan karyawan sehingga mereka dapat fokus pada tujuan utama organisasi. Anggota organisasi sudah memahami sepenuhnya visi,misi dan nilai yang berlaku di dalam perusahaan. Visi-misi-nilai tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kultur organisasi.

Memilih alternatif rute perjalanan terbaik. Yang dimaksud dengan rute perjalanan terbaik adalah rute perjalanan yang terdapat sumur mata air atau pun oasis, agar kalifah dapat menjaga kondisi fisik dan emosional para anggotanya dan juga meminimalisasi jumlah persediaan yang harus mereka bawa. Hal ini tidak dapat dilakukan apabila suku Tuareg tidak memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai gurun Sahara dan para anggota kalifah yang akan mengikuti perjalanan.

Organisasi harus memiliki spirit untuk belajar lebih cepat, berbagi dan mengelola pengetahuan yang mereka miliki atau yang biasa disebut dengan knowledge management.

 Pengetahuan tersebut berupa pengetahuan tentang orang-orang di dalam organisasi, kompetitor, pasar dan industri. Organisasi yang sudah menerapkan knowledge management akan dapat meningkatkan keunggulan kompetitifnya sehingga tingkat pengembalian investasinya akan menjadi lebih tinggi. Selain itu, nilai kapitalisasi pasar organisasi juga tidak akan terlalu berpengaruh apabila orang yang menduduki posisi kunci pindah ke organisasi lain, karena pengetahuan yang dimilikinya telah di-share secara berkelanjutan dan secara eksplisit telah tercatat dalam sistem.

Apakah organisasi Anda sudah mengadopsi ketiga hal tersebut?

N. Adhi W.
BOLDER Mitra Unggul
Minggu, 3 Juni, 2012 20:12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar