Jumat, 19 Oktober 2012

Hal Pertama!


Oleh: Hendrik Ronald

Beberapa waktu yang lalu saya menemukan buku dahsyat berjudul, "Baca kilat". Buku ini mengajarkan teknik ajaib, di mana 1 lembar dilihat (bukan dibaca) hanya selama 1 detik. Kita membalik dari halaman depan sampai halaman terakhir. Lalu bukunya kita balik sehingga menghadap ke bawah. Kali ini kita lihat lagi, 1 halaman 1 detik. Mulai dari belakang sampai ke depan.

Lewat cara ini, otak kita akan menyimpan isi buku. Kapanpun kita butuh, informasi ini akan keluar sendiri. Bahkan dari buku tebal seperti kamus kedokteran sekalipun. (Oya, cara melihat bukunya tentu saja tidak sembarangan. Bila ingin belajar lebih lanjut, silakan baca bukunya.)

Namun 1 hal yang penting dari cara AJAIB ini adalah, anda harus tau dulu apa TUJUAN anda membaca buku ini.

Dulu, saya pernah iseng naik taxi di Jakarta, lalu bilang ke supirnya, "Pak, saya gak tau mau ke mana, silakan muter aja ke mana bapak mau". Hasilnya si bapak muter-muter di dekat situ saja, kami terkena macet berkali-kali.

Bila kita tidak tau tujuan mau ke mana, maka kita akan terlihat banyak kegiatan, namun tidak ada hasil. Kita akan mendarat di tempat yang kita tidak suka.


Presiden & MD Wyeth China, Dr. Wu Xiaobing mengatakan....

"Buat saya, tugas terpenting pemimpin adalah menciptakan visi, dan membuat semua orang percaya, yakin & bersemangat untuk mewujudkannya. Sering kali, bila ada visi, orang akan bekerja bersama untuk mewujudkan keajaiban. Bila anda hanya menjalankan pekerjaan sehari-hari, walaupun anda sibuk, anda tidak akan pergi jauh dan tidak akan ada terobosan."

Visi adalah hal TERPENTING dan PERTAMA yang seharusnya anda tetapkan sebagai pemimpin. Namun sering kali visi kita terlihat keren, kompleks, panjang, tutur katanya canggih. Pertanyaannya adalah, "APAKAH DIMENGERTI?"

Kalau sudah dimengerti, apakah dijiwai? Apakah seluruh tim menuju ke arah visi? Apakah setiap kali ada masalah, kita berpatokan pada visi? Atau malah berpatokan pada apa yang logis dan gampang saat itu?

Banyak perusahaan mempunyai visi yang kurang lebih bunyinya seperti ini, "Memberikan pelayanan / service terbaik kepada pelanggan".

Pertanyaannya, saat customer complain karena barangnya rusak, apa jawaban anda? Apakah sesuai visi, "Baik pak, akan segera kami perbaiki. Kami mohon maaf!" atau malah, "Lho pak, ini kan belinya sudah lama. Kami gak bisa perbaiki".

Jawaban anda sesuai visi atau apa yang gampang? Apa jawaban KARYAWAN anda?

Bila visi anda adalah, "Memberikan pelayanan / service terbaik kepada pelanggan", apakah anda memberikan pelatihan service kepada tim? Atau anda malah sibuk mengutak-ngatik produk dan perang harga?

Apa tindakan anda sesuai visi? Mau share?

 Hendrik Ronald
Senin, 9 Juli, 2012 12:45

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar