Jumat, 19 Oktober 2012

Iri Hati - Part 2


Oleh:  A.C. Huang

Bapak, Ibu, Brother, Sister....melanjutkan tayangan sebelumnya, daku ingin teruskan kisah si Bapak Senior Manager.

Keesokan hari -sekitar pukul 14.00-, Bapak Senior Manager datang menghadap saya dan dia membuktikan ucapannya di hari sebelumnya bahwa dia akan mengundurkan diri. Dia datang dengan gagah (sebenarnya sedih), dan menyodorkan amplop coklat kepada saya.

"Pak, apakah sisi amplop ini ?"

"Pak Huang, sesuai ucapan saya kemarin, amplop ini berisikan Surat Pengunduran Diri saya dari perusahaan ini."

"Tetapi pak, sebenarnya apakah alasan Bapak untuk mengundurkan diri secepat dan mendadak seperti ini ?"

"Itu karena perusahaan sudah membuang saya. Untuk apa saya bekerja di perusahaan ini."

Saya menerima amplopnya dan tanpa membuka. Selanjutnya, saya menyodorkan amplop lain kepadanya.

"Pak Huang, jadi Bapak menerima pengunduran diri saya ?"

Saya diam dan hanya tersenyum, sambil berkata :

"Bapak buka dan baca isi amplop yang saya berikan."

Bapak tersebut membuka amplop dan membaca isinya. Dia kaget saat mengetahui bahwa isinya hanya selembar kertas yang ditandatangani oleh seluruh staff perusahaan. Kertas itu sangat sederhana, dan bertuliskan besar-besar :

"KAMI SELURUH STAFF, DAN DIREKSI PERUSAHAAN MENOLAK PERMINTAAN PENGUNDURAN DIRI DAN MEMINTA BAPAK UNTUK TETAP BEKERJA DI PERUSAHAAN INI. BERSAMA-SAMA KITA MERAIH IMPIAN"

Saya sengaja menuliskan kalimat : "Bersama-sama Kita Meraih Impian". Ini adalah kalimat yang dia senantiasa katakan kepada seluruh staff dan berhasil membuat si Bapak terdiam.

Dalam keheningan, saya melihat tetesan air mata dan dengan suara parau dia berkata :

"Pak Huang, maafkan saya yang terlalu emosi. Saya hanya memikirkan diri sendiri dan ternyata seluruh ucapan saya salah."

======

Apakah yang dapat dijelaskan dari peristiwa yang saya kisahkan kepada pirsawan ?

Daku adalah pemerhati dan penyuka Psikoanalis, maka daku jelaskan dari sudut pandang Psikoanalis. Beginilah penjelasannya :

1.  Id
Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian. 

Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya adalah kecemasan negara atau ketegangan.

2.   Ego

Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. Fungsi ego baik di pikiran sadar, prasadar, dan tidak sadar.

Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Prinsip realitas beratnya biaya dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk bertindak atas atau meninggalkan impuls. Dalam banyak kasus, impuls id itu dapat dipenuhi melalui proses menunda kepuasan – ego pada akhirnya akan memungkinkan perilaku, tetapi hanya dalam waktu yang tepat dan tempat.

Ego juga pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi melalui proses sekunder, di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata yang cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer id.

3.   Superego

Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah superego. superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat – kami rasa benar dan salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.


Ada dua bagian superego:


Ideal ego : mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. Perilaku ini termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. Mematuhi aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan, nilai dan prestasi.

Hati nurani : mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi atau hukuman perasaan bersalah dan penyesalan. Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam sadar, prasadar dan tidak sadar.

Sesudah memahami id - ego - super ego, saya persilahkan pirsawan tayangan ini untuk melihat gambar yang daku kirimkan tentang dinamika id - ego -super ego saat iri hati. Kalau sudah melihat, daku tidak mengharapkan pirsawan sudah mulai memahami sepenuhnya paradigma id - ego - super ego dalam tayangan ini, sebab daku masih ingin pirsawan menyimak tayangan daku berikutnya. Hehehe...

To be continued on Part 3


Good day...Good Luck...God Bless You
-----
A.C. Huang
Motooneshop - quality helmet, accessories, apparels.


Kamis, 19 Juli, 2012 03:55

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar