Senin, 22 Oktober 2012

Inspirasi Sukses Home Depot


Oleh: Andre Vincent Wenas

  Apakah Anda pernah dengar Home Depot? Coba lihat: www.homedepot.com. Usaha
toko bangunan yang dirintis Bernie Marcus & Arthur Blank ini dimulai tahun 28
tahun yang lalu di Atlanta, Georgia, bergerak dalam perdagangan segala macam
kebutuhan rumah (papan kayu, paku, handle-pintu, gordyn, semen, ubin, cat,
perkakas, dll.). Waktu itu belum ada toko, dan bersama 20 orang rekan kerja
(associates) mereka memulai bisnisnya. Setahun kemudian (1979), mereka punya 3
toko dengan 200 associates, dan membukukan penjualan 7 juta dollar.

  Konsep bisnisnya adalah toko gudang besar yang nyaman dikunjungi orang-orang
yang ingin memperbaiki sendiri rumah atau meningkatkan kenyamanan rumah (home
improvement). Saat ini Home Depot sudah membukukan penjualan lebih dari 80
milyar dollar.

  Layanan di dalam toko, selain kejelasan informasi barang, kebersihan dan
keramahan layanan, juga diselenggarakan how-to-clinics (semacam pelatihan
praktis) untuk meningkatkan ketrampilan memperbaiki sendiri dan meningkatkan
kenyamanan dan penampilan rumah. Jasa konsultasi membangun atau merenovasi
eksterior-interior pun disediakan.

  Ide lain yang menarik adalah Kids Workshop (pelatihan untuk anak-anak) dengan
didampingi orangtua masing-masing. Ini program yang diselenggarakan sebulan
sekali di hari sabtu pertama. Mulai jam 9 pagi sampai siang. Dengan pendampingan
orang tua, anak-anak bisa mengolah ketrampilannya untuk menciptakan obyek yang
bisa digunakan di sekitar rumah atau lingkungannya. Program ini melatih
kemandirian anak-anak untuk mengerjakan  hal-hal konstruktif, dan menanamkan
sense of accomplishment (mengerjakan sesuatu dengan tuntas), dan self esteem
(kebanggaan). Obyek yang dibangun anak-anak ini misalnya: membuat kotak
penyimpanan perkakas, kotak surat, sangkar burung, pigura, dll. Dengan
membiasakan anak-anak untuk rajin dan terampil mengerjakan sendiri
(do-it-yourself), Home Depot telah mulai membangun pasar masa depan yang loyal
dan bakal menjamin keberlangsungan hidup usahanya.

  Konsep toko penyedia barang & bahan bangunan, termasuk interior-eksterior
rumah merupakan bagian dari konsep retailer. Dan sebagai retailer, Handito Hadi
Joewono (bukunya: 7 in 1 Strategy Toward Global Competitiveness, 2006) ada enam
aspek yang perlu diperhatikan:

1. Lokasi. Ada yang ektrim bilang bahwa kunci sukses bisnis property termasuk
retailer adalah: lokasi, lokasi dan lokasi. Singktatnya, lokasi adalah
segalanya. Lokasi memang penting, tapi bukan harga mati.

2. Merchandise management. Peritel perlu menyediakan selengkap mungkin ragam
kebutuhan konsumen, tetapi sekaligus juga harus menyediakan barang atau jasa
eksklusif.

3. Vendor relation. Bagi peritel, hubungan dengan pemasok merupakan kunci bisnis
penting karena akan mempengaruhi kelancaran pasokan barang dan berlangsungnya
beragam progam promosi.

4. Human resource management. Mengelola usaha ritel bukan sekedar menyiapkan
gedung dan infrastruktur fisik. Toko besar jika tidak ada kegairahan pekerjanya
akan membuatnya menjadi tidak menarik dan bahkan dijauhi karena ‘keangkerannya’.
Pengelolaan SDM menjadi pilar penting keberhasilan bisnis ritel.

5. Operational excellence. Mengelola usaha ritel serupa dengan menampilkan
atraksi operet. Dan panggung dramanya adalah bisnis ritel itu sendiri.
Penampilan mesti prima melalui store management yang berkualitas. Operational
excellence berperan vital untuk efisiensi yang merupakan kunci memenangkan
persaingan saat ini.

6. Customer relationship. Mengelola pelanggan, apalagi yang loyal adalah
krusial. Penyediaan reward point dengan hadial undian atau hadiah langsung
seperti free parking, dan juga fasilitas khusus untuk pelanggan VIP akan membuat
konsumen nyaman dan ma uterus berbelanja.

  Kita bisa belajar dari ketekunan Bernie Marcus & Arthur Blank (Home Depot)
merintis bisnis, melayani dan mempertahankan pelanggan, bahkan sampai
menciptakan pelanggan masa-depan. Begitulah pebisnis sejati. Berjuang dan
berpikir jauh kedepan.

  Bersiaplah untuk sukses.
-------------------------------------------------------------
Artikel ini pernah dikirmkan ke Tabloid Bisnis KONTAN edisi khusus Juni 2007. Segala hal yang menyangkut Sengketa Hak Atas Kekayaan Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Kontributor
Selasa, 31 Juli, 2012 11:20

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar