Minggu, 21 Oktober 2012

Pengembangan Jejaring


Oleh: Andre Vincent Wenas

    Sebagai seorang pedagang (trader), peran Anda sangatlah menuntut
kreatifitas dan kemampuan mengorganisir beberapa pemain bisnis sekaligus.
Melewati fase perintisan, tugas Anda sang business-leader memang
menumbuh-kembangkannya menjadi berskala besar, bahkan – mengapa tidak –
berskala global.

    Apa yang dibagikan Victor Fung, William Fung & Yoram (Jerry) Wind (dalam
buku mereka: Competing in a Flat World, Building Enterprise for a Borderless
World, 2008) bisa jadi panduan para pemain tengah (trading company). Walaupun
awalnya bergerak sebagai pedagang, di dalam era dunia yang semakin mendatar - di
mana para pemain baru dari pelbagai sudut bumi serentak bisa ikut masuk ke dalam
kancah persaingan – maka Anda pun harus berpikir untuk senantiasa menciptakan
nilai tambah bagi setiap pemain yang ada dalam konfigurasi jejaring yang sedang
Anda orkestrasi.

    Pertanyaan mendasar yang perlu selalu ditanyakan pada diri sendiri: mengapa
para produsen harus menjual melalui perusahaan/organisasi kita? Dan, mengapa
para pelanggan mesti membeli lewat perantaraan kita? Apa nilai tambah yang
mereka terima (perceived-value) jika berbisnis dengan (melalui) jasa-jasa kita?

    Dengan dipicu oleh perkembangan teknologi komunikasi (internet,
digitalisasi informasi) dan teknologi pengelolaan-rantai-pasok
(supply-chain-management) skala global yang makin canggih, para pebisnis semakin
dimungkinkan untuk berselancar di dunia maya dalam rangka mencari mitra pemasok
dan sekaligus pembeli potensial dari dan ke seluruh dunia.

    Dengan mengkoordinasikan para pendukung lain, misalnya: surveyor,
transporter, logistik-pergudangan, forwader dan packaging, lalu juga
mendayagunakan optimal fasilitas perbankan dan intrumen derivatif perdagangan,
niscaya kesempatan bisnis Anda untuk terus bertumbuh semakin besar. Di samping
aspek mengembangkan sistem organisasi dan membangun kompetensi orang-orang
(karyawan).

    Ada tiga peran yang mesti diolah dengan baik oleh orkestrator sebuah
network bisnis: 1) Design and manage networks, merancang dan mengelola
jejaringnya, 2) Control through empowerment, pengendalian melalui pemberdayaan
3) Create value through integration, menciptakan nilai lewat integrasi.

    Pertama, merancang dan mengelola jejaring. Jaman sekarang, persaingan usaha
bukan Cuma antar satu perusahaan dengan perusahaan saingannya. Melainkan
kekuatan jejaring suatu perusahan versus kapabilitas jejaring dari pesaing.
Networks compete against networks. Maka siapa pun yang paling mumpuni mengelola
rantai-pasok (supply-chain)nya, maka dialah yang bakal jadi pemenang. Tugas
konduktor adalah mengorkestrasi jejaring yang seluas mungkin, lalu mengupayakan
terjadinya rantai-pasok yang paling efektif dan efisien.

    Kedua, pengendalian melalui pemberdayaan. Menimbang bahwa sentra
produksinya bukan milik Anda sendiri, maka diperlukan suatu model kepemimpinan
dan pengendalian yang berbeda dengan cara konvensional. Pertanyaannya, apa sih
faktor utama yang membuat anggota jejaring itu kohesif dan saling terikat?
Jawabnya, kombinasi rewards (imbalan), empowerments (pemberdayaan) dan trust
(kepercayaan), di samping tentunya pelatihan dan sertifikasi demi pengembangan
kompetensi. Sang konduktor (orkestrator) mungkin saja tidak bisa memecat atau
merekrut orang di masing-masing perusahaan anggota jejaring Anda, tetapi – ini
yang terpenting – Anda mengkoordinasikan sekumpulan orang berkompetensi tinggi
dan independen.

    Ketiga menciptakan nilai lewat integrasi. Jika dalam format industri jaman
dulu nilai diciptakan lewat spesialisasi, maka bagi Anda para trader di dunia
yang semakin datar, nilai tambah yang Anda ciptakan datangnya lewat integrasi.
Menjadi penghubung sekaligus mampu mengungkit (leveraging) asset perusahaan
melalui jejaring yang Anda bangun dan kelola.

    Bersiaplah untuk sukses.

----------------------------------------
Artikel  ini telah dikontribusikan oleh Kontributor di Tabloid Bisnis KONTAN, Minggu I, April 2008. Segala hal yang menyangkut sengketa Hak atas Kekayaan intelektual menjadi tanggung jawab Kontributor
Senin, 25 Juni, 2012 12:40

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar