Minggu, 21 Oktober 2012

Online Business: Mengapa Sukses atau Gagal?



Oleh Dr. Beni Bevly, Silicon Valley
 
Resesi ekonomi di Tanah Seberang, Amerika Serikat rupanya banyak merubah cara hidup penduduknya, termasuk dalam hal memenuhi pendapatan. Resesi ini di antaranya mengakibatkan beberapa calon pelanggan dan sahabat saya yang kemapanannya terusik karena di-lay off atau offline business-nya sedang mengalami kemunduran. Selain berusaha melamar pekerjaan atau melakukan deversifikasi produk dan service-nya, mereka juga mencari peluang lain seperti memulai atau meluas ke online business. Pada umumnya mereka bertanya: Online business seperti apa yang bisa mendatangkan profit? Bagaimana memulainya? Berapa banyak modal dan karyawan yang dibutuhkan?
 
Sebelum memulai membahas petanyaan-pertanyaan ini, saya akan kemukakan satu fakta yang agaknya akan mengejutkan Anda. Fakta ini adalah lebih dari 95% online business gagal. Fakta ini bukan untuk men-discourage, tetapi bisa dijadikan suatu pegangan bahwa bisnis jenis ini membutuhkan kegigihan dan kecerdasan. 
 
Pada bahasan selanjutnya, saya menitikberakan online business yang berbasis web site atau blog, jadi saya tidak mendiskusikan mengenai online business yang menggunakan jasa online social media secara khusus. Tentu saja jasa online social media merupakan salah satu channel yang sangat berharga untuk mempromosikan online business web site yang akan dibahas. 
 
Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya berpusat pada satu pertanyaan, yaitu mengapa sukses atau gagal? Secara umum keberhasilan dan kegagalan dalam suatu bisnis bisa dilihat dari si pelaku bisnis itu sendiri seperti pengetahuan akan seluk beluk bisnis yang digeluti, kemampuan menyerap dan merespon kondisi pasar, keetrampilan manajemen, kepemilikan modal dan kemauan bekerja keras.
Selain itu, secara umum suatu bisnis tradisional berhasil atau gagal yang juga bisa diterapkan pada konteks online business juga dikarenakan oleh faktor yang lebih spesifik berikut:
 
Pertama, lokasi dan produk, yaitu di mana suatu bisnis berada dan jenis produk atau service yang akan dijual. Dalam konteks online business, perlu sekali menggambarkan bagaimana kondisi geografis dari masing-masing pebisnis dan pelanggan sedemikian rupa untuk meyakinkan bahwa lokasi bukan menjadi penghalang untuk online business, tetapi malah menjadi advantage karena di dunia maya telah menghubungkan mereka.
 
Lokasi ini juga perlu jelas dalam konteks dunia maya, seperti menempatkan nama domain di directory yang tepat ketika melakukan promosi. Lokasi yang tepat dan sesuai dengan jenis produk dan service yang dijual seperti ini akan menjadi salah satu kunci kesuksesan berbisnis.
 
Kedua, pemasaran, yaitu bagaimana menggambarkan produk dan service-nya sedemikian rupa sehingga pelanggan sadar bahwa mereka membutuhkan benefit yang ditawarkan dan memancing tindakan membeli.
 
Ketiga, pelanggan, yaitu melihat dengan jeli dan menentukan dengan tepat kepada pihak mana pebisnis akan menjual produk dan service-nya.
 
Keempat, sales, yaitu menentukan cara pembayaran seperti apa dan bagaimana dalam proses jual-beli suatu produk dan jasa yang memberikan kenyamanan dan kelancaran transaksi.
 
Kelima, perbaikan terus menerus, yaitu suatu tindakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk, service, pemasaran dan lain-lain yang berkaitan dengan perkembangan bisnis.
Strategi umum ini cukup banyak diterapkan oleh pebisnis mula, menengah dan bahkan pebisnis besar.
 Sebut saja Google dan Apple yang memulai sebagai pebisnis kecil di garasi mobil di kota negara bagian Kalifornia, atau Amazon yang terjun ke online business pada tahun 1995.
Sebaliknya hampir seratus kali lipat pebisnis yang gagal menerapkan strategi ini. Lebih banyak dari mereka yang tidak bisa bertahan di antaranya karena berbenturan dengan modal yang terbatas. Hal ini terutama terjadi pada pebisnis kecil yang kurang mengerti mengenai teknologi sehingga mereka mengandalkan web developer dan para profesional dalam bidang teknologi untuk men-design, me-maintain dan mengoperasikan web site mereka. Cara seperti ini tentu saja cukup mahal untuk mereka sehingga mengalami kesulitan untuk mencapai return on investment (ROI). 
 
Untuk pebisnis, terutama pebisnis kecil jika hendak terjun ke online business sangatlah penting untuk mempelajari dan menguasai kemampuan untuk men-setup dan mengoperasikan suatu web site. Yang lebih penting dari itu adalah bagaimana menerjemahkan dan menerapkan semua strategi di atas dalam online business yang menggunakan web site ini. 
 
Julian Green, Direktur ProStores – anak perusahaan eBay – yang menawarkan jasa untuk mendirikan online store secara professional, mengemukakan faktor-faktor penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan strategi bisnis online di suatu web site yang menjual produk tertentu sebagai berikut.
Pertama, keyword. Menemukan dan mempergunakan keyword yang tepat sangatlah penting karena lebih banyak pelanggan menemukan sesuatu yang mereka butuh dan inginkan melalui searching. Keyword yang relevan dengan produk dan service yang dijual perlu ditampilkan di page title, product title dan link. Pengecekan web log secara berkala sangatlah penting untuk melihat keyword apakah yang di-search oleh pengunjung. 
 
Kedua, content. Menambahkan sebanyak mungkin content (isi) yang relevan ke dalam web site akan menimbulkan kepuasan bagi pelanggan dan memperkuat positioning web site itu di mata search engine.
 
Ketiga, customer testimonials. Testimoni dari pelanggan adalah cara lain untuk menambahkan content ke dalam web site sambil membangun kepercayaan dan mengatasi pandangan skeptis dari potential buyer, selama hal ini dilakukan dengan tepat. 
 
Ketiga, menawarkan beragam cara pembayaran. Dengan penawaran berbagai jenis pembayaran, pebisnis akan memperluas hubungan dan transaksi dengan lebih banyak pihak.
Keempat, melakukan deversifikasi sales channel. Dengan memiliki web site sebagai salah satu sales channel adalah baik, tetapi web site ini perlu disebarkan sedemikian rupa seperti melalui link dengan pihak lain sehingga memperbesar marketplace.
 
Sealin keempat faktor penting itu, masih banyak hal lain yang bisa diperhatikan seperti melakukan pay-per-click advertising, dan memberlakukan affiliate program atau sebaliknya.
Walaupun fakta hanya menunjukkan bahwa kurang dari 5% pebisnis online yang sukses, saya yakin jika strategi yang telah didiskusikan di atas diterapkan dengan tepat maka kesuksesan akan terlihat di depan mata. Untuk itu kiranya perlu diingat perkataan Victor Kiam, “Entrepreneurs are simply those who understand that there is little difference between obstacle and opportunity and are able to turn both to their advantage.”
______
Dr. Beni Bevly adalah business trainer, consultant, radio talk show guest, penulis buku Solusi Bisnis dari Seberang yang bermukin di Silicon Valley dan pendiri d’ Academy.

Sabtu, 23 Juni, 2012 23:20

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar