Jumat, 19 Oktober 2012

Mengubah CSR Cost Center Menjadi Profit Center


Oleh: 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Saat ini program CSR bukan lagi suati hal yang aneh. Bahkan dalam UU tentang Perseroan Terbatas juga datur tentang program CSR.

Ada 3 pilar utama dalam CSR sebagai berikut:

1. Environmental Management, yaitu bagaimana perusahaan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang tidak hanya bersih tapi juga hijau dan yang terpenting tentunya tidak melakukan/ membiarkan pencemaran terhadap lingkungan. Baik itu pencemaran berupa limbah padat, cair, gas dan Limbah B3.


Bahkan pemerintah melalui KemenLH juga melakukan audit kepatuhan terhadap regulasi khususnya lingkungan dalam program aaudit PROPER yang dilakukan rutin setiap tahunnya.

2. Social Development, melalui program-program sosial budaya, kesehatan, pendidikan, agama, sport dan lain-lain. Program yang ditelurkan biasanya lebih banyak dalam bentuk charity.

3. Economic Development, yaitu melalui program pengembangan ekonomi masyarakat sekitar seperti pembiayaan mikrofinance, pendampingan, bapak angkat., dll.

Dalam program ekonomik ini perusahaan dapat memilih program pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dllm, yang cocok dengan masing-masing daerah (lihat keunggulan sumber daya yang tersedia di sekitar perusahaan).

Salam satu program yang kami tawarkan adalah program perkebunan atau revegetasi lahan bekas tambang menjadi kebun jati atau karet.

Untuk setiap ha lahan kosong dapat ditanam 555 batang pohon karet dengan modal bibit sekitar Rp. 8 ribu/ batang, land clearing sekitar 3juta/ ha, biaya tanam 3 juta per ha, pemupukan 2 kg per pohon per tahun dengan harga pupuk sekitar 2500/ kg, biaya buruh sekitar 1.5 juta/ bulan.

Pada tahun ke 5, pohon karet sudah bisa di sadap dengan potensi hasil latex mentah sekitar 80 gr/ pohon yang dapat disadap tiap hari. Harga karet mentah saat ini sekitar 10ribu/ kg, asusmsi pendapatan kotor 4 sd 5 juta/ ha/ bulan.

Dengan program perkebunan ini diharapkan perusahaan dapat menyadap uang untuk kegiatan CSRnya yang tidak lagi harus diambil dari kantong perusahaan tapi didapatkan dari hasil perkebunan. CSR yang tadinya cost center dapat kami ubah menjadi profit center. Asumsi jika perusahaan mengelola 100 ha kebun karet, maka akan ada dana segar sekitar 400 juta/ bulan yang dapat digunakan untuk program CSR ini.

Bagi perusahaan yang berminat dapat kami bantu dalam program CSR Profit Center dengan produk Jati, karet, sawit atau lainnya.

Selamat berlibur,
Salam berbagi,
Hakim
Developer
085210032728-08115013250
pin:288E67E0

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Minggu, 8 Juli, 2012 01:50

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar