Jumat, 19 Oktober 2012

Pikiran dan Produk Pikiranj





Hari ini saya seperti diingatkan tentang pemahaman dan ketrampilan dalam mengelola pikiran. Seorang teman bertanya, bagaimana menerapkan pengetahuan tentang pikiran ke dalam kehidupan sehari-hari?
 
Selama ini saya mendalami ilmu tentang pikiran di antaranya seperti hypnosis, hypnotherapy dan juga NLP. Tentu semakin menarik dan memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain. Akhir-akhir ini saya seperti sedang  ’gandrung’ mendalami tentang meditasi-yang banyak  membahas tentang pikiran manusia.
Salah satu buku yang memikat saya, sekaligus mengajari saya adalah The Joy of Living karya Yongey Mingyur Rinpoche dan Eric Swanson, terbitan Karaniya. Berpikir adalah adalah tugasnya pikiran, dan menghasilkan bentuk-bentuk pikiran yang merupakan produk dari pikiran. Ini adalah alaminya pikiran.
 
Kita selalu menghasilkan produk pikiran setiap saat. Diantaranya adalah benci, marah, sedih, bahagia, senang, damai dan sebagainya. Sebagian besar kita telah terjebak dalam mengikuti apa yang dihasilkan oleh pikiran. Penyebabnya adalah  karena belum memahami hakikat dan asal produk pikiran-maka mereka (bentuk/produk pikiran) menggunakan kita. Sebaliknya ketika telah memahami hakikat sejati pikiran, kita bisa membalikkan proses ini. Kita bisa menggunakan mereka, bukannya mereka menggunakan kita.
 
Untuk menemukan hakikat sejati pikiran, luangkanlah waktu sejenak untuk berdiam diri atau meditasi. Ijinkanlah pikiran dan produk pikiran terlihat jelas layaknya mendiamkan air yang keruh. Perlahan-lahan lumpur, kotoran dan sedimen pikiran yang merupakan produk pikiran mengendap dan di bawah. Kemudian air (pikiran) pun menjadi jernih, alami, apa adanya. Itulah hakikat sejati pikiran.
 
Bagaimana dengan produk pikiran yang datang seperti mengancam hidup kita? Hadapilah mereka. Saat Anda takut, Anda sebenarnya telah memberikan mereka kekuatan untuk mengalahkan Anda. Mereka terlihat jelas, kokoh, solid dan semakin nyata. Sebaliknya jika Anda hadapi, mengamati produk pikiran itu, kekuatan yang Anda berikan kepada mereka mulai menghilang dan mereka tidak sekuat seperti dugaan Anda.
Hadapilah, Anda tak akan terbunuh karenanya.
 
Mungkin sampai di sini dulu yang bisa sampaikan dan ikuti pembahasan berikutnya juga yang lebih menarik dan bermanfaat bagi kita semua. Sebelum mengakhiri, simaklah pesan Buddha  berikut ini, “Pikiran  adalah sumber semua pengalaman, dan dengan mengubah arah pikiran, kita bisa mengubah kualitas pengalaman kita. Ketika Anda mentransformasikan pikiran Anda, semua hal yang Anda alami juga berubah. Ini sama dengan memakai kacamata kuning: dan tiba-tiba semua yang Anda lihat menjadi kuning. Jika Anda memakai kacamata hijau, semua yang  Anda lihat menjadi hijau.”
 
Semoga kita semua beroleh hidup yang berkah, bahagia dan berkelimpahan. Sampai jumpa lagi.
Salam selaras…
 
Mahmudi BM
Selasa, 10 Juli, 2012 03:00
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar