Selasa, 21 Februari 2012

The FINE DAY 08.02.2012 : Perkawinan = Peleburan

Oleh:  Freddy Pieloor

Dear Sahabat Milist yang berbahagia,


Selamat pagi,

Suka cita melanda benak saya di setiap Rabu pagi, karena saya memiliki kesempatan untuk menyapa dan berbagi dengan Anda kembali, saudara dan sahabatku yang penuh kasih.

Walau kadang sedikit bingung dalam memilih topik, karena biasanya saya melatih diri utk tdk bersiap diri dari semalam, melainkan berusaha berpikir cepat memilih dan menyadurkan tema keuangan apa saja yang melintas dalam cakrawala pikiran saya.

Hari ini saya ingin mengupas dan berbagi dengan tema:

"Perkawinan = Peleburan"

Saya memahami ini dari bacaan Kitab Suci bahwa, saat seorang lelaki ingin menikah maka dia akan meninggalkan ayah ibunya dan saudara2nya, dan akan menjadi satu dengan istrinya untuk membangun keluarga inti baru. 1 keluarga tunggal.

Begitupun dengan si perempuan, akan meninggalkan ayah ibunya dan keluarganya, untuk mengikuti suaminya dalam membangun keluarga intinya yang baru.

2 insan dewasa, membangun 1 entitas baru yaitu keluarga.

Mereka meninggalkan dan menanggalkan segala atribut pribadi dan ego diri, untuk mengenakan atribut baru yaitu suami dan istri, dan keluarga.

Sehingga saat mengucap sumpah suci di hadapan Allah, maka yang ada hanya tinggal kepentingan keluarga. Kepentingan diri dan ego pribadi sudah tidak ada lagi.

---------

Peleburan ini terjadi di segala bidang, termasuk keuangan.

Ekonomi dan keuangan akan menjadi tanggung jawab bersama, walaupun domain utamanya terletak pada pundak suami.
Namun istri-pun memiliki hak dan kewajiban yang sama atas uang dan ekonomi keluarga.

Pengaturan dan pengelolaan dilakukan secara terbuka dan jujur, karena begitulah cinta itu, tulus dan transparan.

Bukankah semua perkawinan itu dilandasi kasih murni dan cinta sejati?

-------

Mengatur dan mengelola uang bersama, suami dan istri memiliki suka duka dan dinamika penuh warna.

Karena memang pada dasarnya lelaki dan perempuan itu berbeda. Belum lagi perbedaan latar belakang keluarga, pendidikan, budaya dan nilai2 hidup.

Semua harus dijadikan 1 dan dilebur, tidak ada lagi saya dan kamu, yang tinggal hanya kita dan anak2.

--------

Saya percaya semua suami, memiliki niat suci dalam membangun keluarga, begitupun dengan sang istri.
Namun mengapa sering terjadi perselisihan dan pertikaian yang ber-tema-kan uang dan ekonomi?

Apakah cinta dapat melembutkan pertikaian ekonomi?

Jawabannya: Dapat dan Tidak dapat.
Sangat tergantung kasusnya.

Apakah dengan modal cinta, hidup ini akan terjamin kesejahteraannya?

Apakah dengan uang berlimpah, kebahagiaan pasti tercipta?

Masih banyak lagi pertanyaan yang mesti dijawab dengan nurani jernih...

Silahkan tanyakan hati nurani Anda...


Salam,
Freddy Pieloor

Rabu, 8 Februari, 2012 01:43

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar