Sabtu, 25 Februari 2012

Kepemimpinan di Panggung Dunia Masa Depan

Oleh: Andre Vincent Wenas

“We don't have enough people to move fast enough for the opportunities that the
whole service horizon opens up.” - Jack Welch, 1999.

***

     Demi membantu Intel memperluas pasar di luar PC, maka CEO Intel, Paul
Otellini, akhirnya memutuskan untuk mengakuisisi McAfee (perusaahan perangkat
lunak anti-virus). Transaksi akusisi  yang bernilai US$ 7,6 Miliar ini diyakini
oleh Renee James (Kepala Bisnis Perangkat Lunak Intel), “...bakal meningkatkan
penjualan hingga dobel digit.”

     Gerakan Intel dan McAfee ini serentak pula memberi tekanan kepada Symantec
Corp (pesaing McAfee) untuk segera bereaksi mencari dan mengupayakan formasi
aliansi-strategis dengan beberapa korporasi lain (seperti misalnya
Hewlett-Packard, IBM, Oracle) demi mempertahankan daya saingnya di panggung
dunia bisnis masa depan. Peta bisnis mesti kerap direvisi lantaran
business-landscape-nya memang bergerak maka berubah terus.

***

     Organisasi bisnis yang berkiprah di kancah persaingan global memang semakin
dituntut untuk punya radar-bisnis yang lebar cakrawalanya dan semakin panjang
spektrumnya serta semakin tinggi sensitivitasnya. Bagaimana caranya? Belajar
dari kiat kepemimpinan sang CEO abad-20, Jack Welch, yang selalu berpikir tepat
(lantaran mampu mengajukan pertanyaan yang tepat untuk dipikirkan), dan mampu
menekan tombol yang tepat untuk menggerakkan organisasinya yang berskala
gigantik. Tombol itu adalah: using the brains of all your workers!

    Ajukan pertanyaan yang tepat. Karena jenis pertanyaan itulah yang akan
menentukan penggunaan energi kolektif memang dipakai demi menggerakkan
organisasi ke arah yang tepat pula. Segenap tenaga organisasional bakal
dihabiskan untuk meresponi pertanyaan-pertanyaan itu. Robert Slater (The GE Way
Field Book, McGrawHill, 2000) telah menyarikan pertanyaan yang diajukan Jack
Welch, dengan lima fokus pertanyaan: 1) What does your global competitive
environment look like? Give example of what your global competitive environment
looks like. 2) In the last 3 years what have your competitors done? Name three
moves that your competitors have made in the last three years. 3) In the same
period what have you done to them? Name three moves that you have done to your
competitors during that same period. 4) How might they attack you in the future?
Give two examples of how your competitors might attack you in the near future.
5) What are your plan to leapfrog them? Give two examples of how you might put
your competitors on the defensive in the next two years.

     Dengan ketekunan dan hasrat yang kuat untuk terus bertanya dan mencari
jawab atas lima fokus pertanyaan ini organisasi GE telah membuktikan dirinya –
di masa kepemimpinan Jack Welch – bertumbuh dari perusahaan berukuran US$ 21
miliar yang melayani pasar sebesar US$ 110 miliar di tahun 1980 menjadi -
tatkala memasuki tahun 2000 - perusahaan berukuran US$ 110 miliar yang melayani
pasar sebesar US$ 1 trilyun. Lalu saat ditanya apakah ia sudah merasa nyaman
dengan pencapaiannya? Jack Welch menimpalinya, “It's grown so big. The growth is
limitless.”

     Menekan tombol yang tepat.  People are your greatest asset, maksudnya tentu
orang-orang yang tepat. Karenanya, manfaatkan kecerdasan mereka secara optimal!
Rahasianya adalah memberikan pada karyawan a sense of empowerment, suatu
perasaan bahwa mereka adalah “owners of their businesses”, bukan sekedar unsur
dari biaya (cost) yang tak berwajah. Maka inilah pertanyaan yang terus diajukan
Jack Welch pada dirinya sendiri, “How can I make my employees feel involved in
the company?”

***

     Panggung bisnis masa depan (bahkan sebagian sudah terjadi sekarang),
digambarkan oleh Kenichi Ohmae sebagai rimba raya cyber tak bertepi yang hanya
bisa dideteksi dan dibaca sinyal-sinyalnya serta disiasati melalui “the mind of
the strategist”. Dalam rumusan Ohmae (The Next Global Stage,  Wharton School
Publishing, 2005) dikatakan, “Because we are dealing with the invisible
continent in the borderless cyberjungle, the business domain you carve out is
person specific. So, instead of the traditional definition of strategy
development, using Ohmae's three C's, Porter's value chains, or Barney's
resource-based emphasis, we need to accept that it really depends on how the
strategist sees it and carves out his business domain as his battle ground.”

     Para aktor di panggung dunia bisnis masa depan bermain di dalam suatu
proses kepemimpinan (leadership process)  yang  terjalin dari peleburan tiga
elemen, yakni elemen sang pemimpin (the leader), para pengikut (followers) dan
elemen situasi (konteksnya). Masing-masing elemen punya dinamikanya
sendiri-sendiri, dan sekaligus serta serentak ketiganya bekelindan satu sama
lain untuk saling mempengaruhi. Dan, dalam perjalanannya melintasi ruang dan
waktu, dinamika itu membentuk konturnya yang disebut budaya organisasi, sang
penentu masa depan perusahaan.


----------------------------------------------------------
Catatan:  Artikel ini telah dikontribusikan ke Majalah MARKETING edisi September 2010 oleh Kontributornya. Untuk itu segala hal yang menyangkut sengeketa Hak atas Keklayaan Intelektual menjadi tanggung jawab Kontributor


Dikontribusikan ke milis The Managers Indonesia pada:

Jumat, 24 Februari, 2012 00:05

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar