Jumat, 13 Januari 2012

"Bagaimana memulai bicara uang kepada pasangan?"

Oleh:  Freddy Pieloor

Dear Member MnL yang berbahagia,

Selamat sore dan salam sejahtera,

Sore hari ini saya ingin mengupas tentang:
"Bagaimana memulai bicara uang kepada pasangan?"

Sebelum saya mengupas lebih lanjut,
saya ingin bertanya kepada Anda, member MnL:
1. "Apakah Anda saat ini telah berbicara tentang
uang kepada pasangan Anda?"
2. Bila Ya, "Kapan tepatnya Anda mulai bicara?"
"Apakah setelah menikah 2 tahun, 5 tahun atau 10 tahun?"
"Apa yang Anda bicarakan?"
3. Bila Belum, "Mengapa?"

Saya sempat berpikir,
"Mengapa omongin uang saja, kok susah ya?"

------

Sebenarnya yang paling ideal ngomongin uang dilakukan
sejak ada komitmen ingin menikah, pada saat pacaran.
Namun hampir semua pasangan muda-mudi yang pacaran,
sungkan dan segan ngobrolin uang.
Takut disangka "MATRE".

Lalu mereka mulai ngomongin uang saat mau nikah,
hanya sekadar membahas biaya pernikahan semata.

Setelah menikah, obrolan uang menguap kembali dan
mereka membisu dan diam seribu bahasa.

Baru setelah ada masalah keuangan, terbelit kartu kredit,
atau saat ada musibah atau kebutuhan anak sekolah yang
membengkak dan lain sebagainya, baru mereka BICARA lagi.

"Mengapa mesti menunggu masalah datang, baru ngobrol?"
"Bukankah setiap hal harus dibicarakan dan disolusikan
oleh sepasang merpati (pasutri)?"

---------

"Bagaimana memulai bicara uang kepada pasangan?"

Seringkali saya ditanya demikian oleh pasutri.
Saya menjawab:
"Kok untuk ngomong saja mesti diajarin?"
Lalu saya melanjutkan:
1. Cari waktu yang santai dan senggang
2. Mulailah dengan kalimat: "Sayang, aku mau bicara
tentang masa depan keluarga kita. Maukan kamu bicara
tentang keluarga kita yang bahagia di masa depan?!"
3. Setelah pasangan Anda, mengatakan "OK" tanda setuju,
Mulailah berkata:
Bahwa Anda menginginkan keluarga Anda mencapai hidup
tentram, damai, nyaman dan sejahtera dalam perjalanan
kehidupan sejak sekarang hingga anak-anak dewasa.
Sampaikan bahwa Anda berdua menikah ingin memiliki
anak-anak yang tersediakan dana pendidikannya, tercukupkan
kebutuhan keluarga.
INTINYA: "Tempatkan kepentingan anak-anak dan keluarga
sebagai tujuan dan pokok pembicaraan Anda berdua.
4. Bicara dalam nada yang santun dan mesra, sambil tersenyum.
5. Bicaralah dengan kata-kalimat "KASIH" dan "CINTA"

Karena yang Anda lakukan adalah Kasih kepada Keluarga dan
anak-anak.

-------

"Ngobrol aja kok perlu diajarin?"
"Tinggal ngomong gitu loch!!!"

Demikian dan semoga bermanfaat.

Salam,
Freddy Pieloor
Financial Counselor
Selasa, 10 Januari, 2012 04:04

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar