Kamis, 26 Januari 2012

Down and Drowning

Oleh:  Febriyan Lukito

Pagi ini saya dibuat kesal oleh kakak saya hanya karena masalah sepele, yaitu masalah listrik yang padam. Jujur saat itu ya saya tidak proaktif sebagaimana diajarkan dalam 7 Habit For Effective People. Stop. Think. Act. Saya langsung marah-marah kepada kakak saya saat dia 'menuduh' saya yang menyebabkan listrik padam. (Sulit juga ya implementasikan 7 Habit dengan konsisten....)

Dan...
You know what? It effects me for the whole day. Yap... Mempengaruhi mood sepanjang hari. Mulai dari kesal ke kakak terbawa hingga kesal ke orang-orang di sekitar. Hingga kerja pun jadi tidak konsentrasi. Bawaannya ingin marah-marah saja..... (Kalau ada yang kena imbas maaf ya).

Sekarang, saya jadi terpikir.
Bahwa mood kita di pagi hari, di mulai saat bangun, sangat-sangat mempengaruhi ya. Dan kalau kita tak segera menyadari hal itu dan melakukan sesuatu terhadapnya, kita akan seharian dikuasai oleh mood tak baik.

Terus bagaimana caranya kita memperbaikinya? Apakah semudah itu mengubah mood menjadi baik? Apakah semudah membalik telapak telangan kita? Woooo.... Not that easy... Tapi... Not IMPOSIBLE (bagi yang merasa.. Capek ah kalau seperti itu, yah.. Tanamkan saja ini: 'di balik hujan deras ada pelangi indah.').

Ini yang saya lakukan kalau mood saya sudah tidak baik dari pagi, sedikit share aja siapa tahu bisa dipakai juga:
1. Tell someone about it
2. Read a book/article to boost your mood
3. Listen to a song that can boost you up
4. Pray for better mood
5. Get some sleep if you have to
6. Think about what happen and forget it

Yang saya sebutkan di atas bukan urutan ya.. Bisa kamu pilih sendiri mana yang cocok untukmu.
Misalnya kalau setiap kamu down kamu merasa membaca sebuah artikel (yang membangkitkan mood baik tentunya), kamu akan merasa baikan, ya.... DO IT.

Seperti yang tadi saya lakukan, saya menceritakan kepada seseorang yang memang mau mendengarkan dan mood saya balik. Atau kadang saya sendiri hanya menyetel sebuah lagu yang agak-agak bergenre house music dengan volume agak kencang. :d

Ya bisa juga gabungin beberapa cara sih... Bisa baca artikel, denger lagu, doa. Yang mana saja menurut saya enak saja. Kalau masih belum baik juga moodnya, coba lagi yang lain.

Ada satu hal sih yang saya pelajari selama ini. Bahwa... Menyimpan mood jelek itu tidak ada gunanya. Jadi, kenapa kita mau terus-terusan mood jelek?

Mood jelek itu bagaikan membawa sebuah tas dengan berbagai macam isi yang beratnya minta ampun. Jadi ke mana-mana membawa beban yang berat yang sebenarnya tak diperlukan. Tak ada guna. Seperti membawa tas penuh dengan batu padahal kita tidak sedang membangun rumah yang perlu batu-batu itu.

Lain halnya kalau tas kita berat karena kita membawa yang kita perlukan. Beratnya mungkin sama, tapi barang-barangnya memang kita pakai. Kita perlu. Jadi membawanyapun, seberat apapun, bisa kita handle.

Apakah kita mau membawa beban tak berguna sepanjang hari ataukah menggantinya dengan barang-barang yang kita perlukan?

Itu pertanyaan penting di saat kamu sedang bete abis (baca: bad mood bangeds). Itu pilihanmu loh... Bukan ada di tangan orang lain. Tapi di tanganmu sendiri untuk memilih yang mana.

Dan...
One more thing. It's OK to be not OK. :) bukanlah suatu hal terlarang kok untuk merasa down. jangan malu kalau lagi down.

Yah... Ini sih sekedar sharing dari saya. Dan untuk menutup sharing ini, saya ingin membagi sebuah quote. Quote yang sebenarnya sangat efektif dalam menghindarkan kita dari sifat reaktif.

'Think before you say/act. Once it got out, you can never take it back.'

Ryan
190112 2128

Dari seorang pembelajar.. Feel free to copy if you like. Dan sangat menantikan kritik dan saran untuk sharing ini.
Best Regards,
Febriyan Lukito
Kamis, 19 Januari, 2012 08:31

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar