Jumat, 13 Januari 2012

Mungkin Ini Faktor Penghambat Kesuksesan Anda



“Namanya anak perempuan, ngapain sekolah tinggi-tinggi. Nanti kalau sudah kawin, ke dapur juga”.
Semasa saya masih SMA, saya pernah mendengar ungkapan candaan guru dan orang dewasa. ”Seseorang sekolah karena 2 hal. Pertama, karena tidak mau menjadi bodoh. Kedua, supaya menjadi pintar untuk membodohi orang lain”. Setelah kini saya mulai beranjak usia 26. Saya berpikir, kadangkalanya, benar apa yang pernah saya dengar.
Akan tetapi, di sisi lain, saya juga berpikir dan penuh tanda tanya. Apakah keberadaan orang-orang yang memahami sesuatu, kemudian mereka berusaha untuk membodohi orang yang ingin belajar memahami sesuatu itu, karena efek dari program yang telah pernah tertanam dari semenjak kecil dulu?
Program masa lalu
Karena, dari pengalaman therapy dengan berbagai macam kasus terhadap orang-orang yang berkonsutasi dengan saya. Perilaku yang tidak selaras pada diri mereka, erat kaitannya dengan peristiwa-peristiwa yang pernah mereka alami di masa lalu. Masa lalu yang saya maksud, lebih tepatnya usia pengasuhan orang tua 0-6 thaun. Dan masa bersekolah 6-12 tahun.
Terapi Homoseksual
Saya pernah menangani kasus, homoseksual. Setelah ngobrol mengenali struktur perilaku klien saya tersebut, ternyata ada program yang keliru pada masa kecilnya, yang berakibat pada kehidupan dia saat dewasa.
Terapi matematika
Seorang mahasiswa, pernah curhat kepada saya, dia agak sulit belajar matematika bila berada di ruang kelas. Tetapi kalau di tempat kosannya, dia bisa mengerjakan soal-soal, yang terdapat dalam buku paketnya. Kemudian saya membantu dia untuk mengakses memori yang telah terekam di bawah sadarnya. Ternyata, dia mengalami pengalaman kurang menyenangkan dengan seorang guru matematika saat kelas 5 SD dulu.
Terapi percaya diri (takut keramaian)
Seorang pekerja profesional di perusahaan penerbangan ternama. Dia mengeluhkan tentang masalah rasa takut ketika berada di keramaian yang dia alami. Saya pernah mengecek masalahnya itu, dengan mengajak bertemu di Pizza  hut. Expresi wajah, dan tingkah lakunya, sangat kelihatan. Lalu, saya menggali latar belakang yang mendasari sebab-musabab perilaku takut keramaiannya. Ternyata, itu berawal saat dia berusia 10 tahun. Gara-gara label yang diberikan oleh saudara dan teman sepermainan, ”Ah dasar cewek kamu”...
Terapi perfectionist
Begitu juga dengan seorang ibu yang telah memiliki dua orang anak. Beliau datang bersama dengan suaminya untuk mengelola perilaku perfeksionis pada dirinya. Karena, perilaku tersebut sudah sangat-sangat tidak wajar dan menganggu kehidupannya. Setelah saya ngobrol-ngobrol, ternyata ada masalah di masa lalu di keluarga, yang berakibat dengan kehidupannya sekarang.
Alhamdulilah, kasus-kasus di atas berhasil mendapat solusinya. Berkat Rahmat Allah dan ridho dari Nya. Juga, karena keinginan yang amat mendalam dari klien saya, untuk menyelesaikan masalahnya.
Mohon mengingat !
Cerita saya di atas, bukan menjadi generalisir, bahwa semua persoalan perilaku yang membuat Anda merasa terganggu kehidupan Anda sekarang, karena faktor masa lalu. Tetapi, itu hanya sedikit kasus yang saya tangani, yang ternyata, setelah saya bantu menggali dan mencari akar masalahnya. Ternyata ada hubungan erat dengan masa lalunya.
Apa yang akan terjadi?
Kemabli dengan cerita alasan bersekolah. Sepertinya sangat terlalu cepat, bila saya menyimpulkan, tatkala ada orang pintar kemudian pintar membodohi orang, karena program di masa kecilnya. Entahlah. Yang pasti semua itu hanya terkaan saya saja. Sebab, dibalik sebuah perilaku terdapat banyak alasan yang melandasi seseorang melakukan sesuatu, iyakan?
Tetapi, seandainya pun terkaan saya benar adanya. Apa yang akan terjadi kepada kaum hawa yang mendengar ucapan dari orang tuanya ”Namanya anak perempuan, ngapain sekolah tinggi-tinggi. Nanti kalau sudah kawin, ke dapur juga”?

Selasa, 10 Januari, 2012 19:45

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar